Medan | medansumutpos.id
Pasca Kadisdik Sumut Abdul Haris Lubis diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini terbongkar pula korupsi model baru yang dilakukannya bersama jajaran, hingga mampu meraup uang dengan total Rp 2,4 miliar.
Caranya, dengan membuat kegiatan seminar berbayar yang mayoritas diikuti ribuan guru SMA/SMK swasta atau negeri secara zoom berkedok peringatan Hari Guru Nasional 2024.
Acara tersebut bertajuk ‘Saya Guru Hebat, Milenial Berprestasi’ itu ditetapkan jumlah pesertanya sebanyak 12 ribu orang, perwakilan dari XIV Cabang Wilayah Disdik Sumut.
Meski begitu, menurut informasi dari narasumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan menuturkan bahwa sebanyak 3.246 dari Cabang Dinas Wilayah I yakni Medan dan Deli Serdang yang diwajibkan menghadiri seminar secara langsung. Itupun ada yang tidak hadir, dan memilih meliburkan 1 sekolah untuk pergi ke Perapat. Salah satunya SMAN 21 Medan.
Masing-masing peserta dikutip uang sebesar Rp.200 ribu perorang. Uang tersebut memang tidak disetor ke rekening pribadi salah satu pejabat Disdik Sumut melainkan ke event organizer.
Namun, mengingat pelaksanaan yang dominan diikuti peserta secara zoom, maka jumlah uang sebesar Rp 2,4 miliar yang terkumpul menjadi tanda tanya peruntukannya.
Kegiatan semacam ini, ternyata telah dibuat pada tahun 2023 dengan anggaran Rp 150 ribu.
Sayangnya, tidak ada satupun guru yang berani berbicara. Pasca turunnya KPK ke Sumatera Utara dan memeriksa Abdul Haris Lubis, barulah banyak pihak mulai memberikan informasi kebobrokan di dinas tersebut.
Kadisdik Sumut Abdul Haris Lubis pun tidak pernah lagi muncul di kantor, apalagi sejak diperiksa KPK dalam kasus dugaan suap DAK. Ia juga menonaktifkan HP-nya hingga tidak lagi dapat dihubungi. ( Tim/Red )














