DELISERDANG | medansumutpos.id Kunjungan mendadak ST Burhanuddin ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang, Rabu (25/2) sore sekitar pukul 17.20 WIB, mengundang tanda tanya besar. Tanpa seremoni, orang nomor satu di Korps Adhyaksa itu langsung masuk ke ruangan Kajari Deliserdang Sapta Putra.
Kedatangan mendadak Jaksa Agung yang didampingi Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna serta sejumlah pejabat Kejagung ini langsung memantik spekulasi. Pasalnya, Deliserdang belakangan disorot publik terkait dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemkab yang tak kunjung terungkap, ditambah adanya oknum mantan Kajari RS dan oknum Kasipidsus HB yang sebelumnya diamankan pihak Kejagung RI.
Pantauan wartawan sore itu tampak, mobil dinas Jaksa Agung dengan lambang bintang empat terparkir tepat di depan pintu masuk Kantor Kejari Deliserdang dengan pengawalan ketat. Namun, suasana justru terasa “dingin”. Awak media yang meliput sempat dicegah mengambil gambar Jaksa Agung saat hendak keluar ruangan.
“Kunjungan kerja, tadi singgah ke sini dari Bandara Kualanamu,” ujar Kasi Intel Kejari Deliserdang, Robi, singkat kepada wartawan. Nada bicaranya terkesan tergesa, seolah khawatir momen itu terdokumentasi kamera.
Sekitar pukul 18.15 WIB, Jaksa Agung keluar dari ruangan Kajari Deliserdang dan langsung menuju mobil dinasnya yang siap meluncur ke Medan. Wartawan tak berhasil mengambil gambar lantaran beberapa jaksa membentuk barikade menutupi pandangan. Hanya ajudannya yang sempat melambaikan tangan dari kursi depan mobil berpelat bintang empat tersebut.
Usai mengantar Jaksa Agung, Kajari Deliserdang Sapta Putra terlihat berdiri di depan pintu kaca kantor.
Namun saat hendak dikonfirmasi, ia memilih berbalik masuk ke ruangannya.
“Mau dikonfirmasi sebentar pun tak mau. Kami datang baik-baik, malah langsung masuk. Kayak nggak bersahabat,” kesal sejumlah wartawan di lokasi.
Sementara itu, Kasipenkum Kejati Sumut, Rizaldi SH MH, menegaskan bahwa kedatangan Jaksa Agung murni kunjungan kerja.
“Iya, kunjungan kerja ke Kejati Sumut. Ada beberapa pejabat Kejagung yang mendampingi, termasuk Kapuspenkum. Setelah ini direncanakan buka puasa bersama di Medan,” ujarnya.
Saat ditanya apakah kunjungan tersebut terkait dugaan oknum Kajari RS, Kasipidsus HB, serta maraknya kasus dugaan korupsi di Deliserdang yang tak terungkap, Rizaldi membantah.
“Oh, bukan. Bukan terkait itu. Ini hanya kunjungan kerja,” tegasnya.
Kunjungan singkat tanpa penjelasan detail ini justru menambah rasa penasaran publik. Jika sekadar “kunjungan kerja”, mengapa harus senyap dan tertutup? Apakah ada hal besar yang sedang dibenahi di balik tembok Kejari Deliserdang? Publik menunggu, penegakan hukum tak boleh sekadar lewat… lalu berlalu. ( Red )














