LUBUK PAKAM | medansumutpos.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang tancap gas mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, menegaskan keberhasilan koperasi harus ditopang model usaha yang jelas serta kepastian pasar.
“Koperasi harus tahu mau menjual apa dan ke mana memasok. Kalau kebutuhan itu datang dari program pemerintah, ini peluang besar agar koperasi desa tumbuh dan berdaya saing,” kata Bupati saat menerima Staf Khusus Menteri Koperasi RI Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi, Ambar Pertiwiningrum, di Kantor Bupati, Jumat (27/2/2026).
Pemkab juga mendorong adanya petunjuk teknis (juknis) yang lebih konkret agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa bekerja sama dengan KDMP sebagai mitra penyedia logistik program pemerintah.
Saat ini, koordinasi terus dilakukan agar KDMP dan SPPG bersinergi optimal. Salah satu kebijakan yang didorong adalah memprioritaskan pembelian kebutuhan logistik SPPG dari KDMP maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Deli Serdang.
“Dengan pola ini, perputaran ekonomi tetap di daerah. Koperasi tumbuh, pasar lokal bergerak, dan masyarakat desa merasakan langsung manfaatnya,” tegas Bupati.
Selain pasar, peningkatan kualitas SDM pengurus koperasi juga menjadi perhatian. Pelatihan dan pendampingan diharapkan tepat sasaran, sesuai kebutuhan riil koperasi, serta mampu mendorong pengelolaan usaha yang profesional.
Dalam pertemuan itu, Stafsus Menkop menyebut kunjungannya bagian dari peninjauan langsung perkembangan KDMP di Deli Serdang. Tiga KDMP yang akan dikunjungi yakni KDMP Sei Beras Sekata (Kecamatan Sunggal), KDMP Kubah Sentang (Kecamatan Pantai Labu), dan KDMP Wonosari (Kecamatan Tanjung Morawa).
Ia menjelaskan, program KDMP dan KKMP merupakan strategi pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal. Keberhasilan koperasi tidak cukup diukur dari berdirinya lembaga atau sarana fisik, melainkan dari kesiapan manajemen dan keberlanjutan produksi.
“Pengurus harus terus didampingi. Jangan sampai koperasi sudah terbentuk, tapi belum siap mengelola usaha skala besar.
Produktivitas anggota harus terjaga agar bisa menjadi pemasok tetap,” ujarnya.
Pemerintah pusat juga mendorong sinergi KDMP dengan program strategis seperti SPPG, sehingga koperasi desa mampu menjadi pemasok bahan baku sesuai komoditas unggulan masing-masing desa. ( Red )














