MEDAN | medansumutpos.id
Ketua Garuda Merah Putih, Dedi Harvisyahri, secara tegas meminta Kapolda Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi dan mengambil tindakan nyata terhadap jajaran pimpinan Polres Batubara.
Desakan ini muncul menyusul adanya dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh personel Polres Batubara terhadap sejumlah dokter dan Pengusaha Mikro di wilayah Kabupaten Batubara.
Dalam keterangannya, Dedi Harvisyahri menyoroti pentingnya pembersihan internal di tubuh kepolisian guna menjaga integritas dan marwah institusi Polri di mata masyarakat.
Poin-Poin Utama Pernyataan Dedi Harvisyahri:
Dugaan Pemerasan Masif dan Terstruktur: Dedi mengungkapkan adanya indikasi tindakan pemerasan oleh personel Polres Batubara terhadap beberapa dokter yang diduga dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis, serta diduga kuat diketahui oleh pihak pimpinan.
Pelanggaran Etik dan Institusi: Tindakan oknum tersebut dinilai telah melanggar kode etik kepolisian dan menjadi batu sandungan serius di tengah upaya Polri membangun citra positif dan profesionalisme.
Desakan Pencopotan Jabatan: Garuda Merah Putih meminta Kapolda Sumut segera mencopot Kapolres Batubara, Kasat Reskrim, serta melakukan evaluasi terhadap penyidik Unit Ekonomi yang diduga terlibat atau melakukan pembiaraan, termasuk oknum penyidik berinisial Aipda HG dan tim yang terlibat.
Menjaga Integritas Polri: Dedi mengingatkan bahwa kerja keras Polri yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tidak boleh dikotori oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang hanya mencari keuntungan pribadi.
Rencana Aksi Massa
Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal kasus ini, Dedi Harvisyahri menyatakan bahwa Garuda Merah Putih akan menggelar aksi massa di depan Mapolda Sumatera Utara dalam waktu dekat. Aksi tersebut bertujuan untuk mendesak Kapolda agar segera bertindak tegas demi keadilan bagi para korban dan kebersihan institusi Polri.
“Citra kepolisian saat ini harus terus ditingkatkan di tengah berbagai tantangan dan kecaman publik. Jangan sampai tindakan segelintir oknum menjadi bumerang bagi institusi yang sedang berupaya menjadi lebih baik. Kami meminta ketegasan Bapak Kapolda untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh di Polres Batubara,” tegas Dedi Harvisyahri. ( Tim/Red )













