JAKARTA | medansumutpos.id
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru, Kamis (1/10/2026) di Istana Negara.
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam melakukan penyegaran di tubuh Polri sekaligus memastikan kesinambungan kepemimpinan institusi penegak hukum tersebut.
Berdasarkan data terbaru, penunjukan Suyudi Ario Seto sebelumnya telah mendapat persetujuan DPR RI melalui rapat paripurna setelah seluruh fraksi di Komisi III menyatakan persetujuan secara aklamasi.
Suyudi Ario Seto diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dan dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam pemberantasan narkoba serta penguatan institusi penegakan hukum.
Pelantikan dilakukan usai Presiden menerima secara resmi hasil persetujuan DPR, guna menghindari kekosongan jabatan strategis di tubuh Polri.
Gantikan Listyo Sigit, Tongkat Komando Resmi Beralih
Dengan pelantikan ini, Suyudi Ario Seto resmi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak tahun 2021.
Pergantian ini disebut sebagai bagian dari upaya pembaruan kepemimpinan dan peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Visi Kapolri Baru: Polisi Bersama Rakyat
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Suyudi Ario Seto mengusung visi besar:
“Polisi Bersama Masyarakat Menegakkan Astra Cipta Menuju Indonesia Emas 2045.”
Visi tersebut menekankan pentingnya pendekatan humanis, profesionalitas, serta kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan nasional.
Instruksi Presiden: Berantas Narkoba hingga Judi Online
Sinyal kuat juga datang dari Presiden Prabowo yang disebut memberikan penekanan khusus kepada Kapolri baru untuk fokus pada pemberantasan kejahatan serius, termasuk:
Narkotika
Judi online
Kejahatan transnasional
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila
Menariknya, pelantikan Kapolri ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, yang semakin menegaskan momentum simbolik penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam institusi Polri.
Pergantian Kapolri di awal pemerintahan Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa sektor keamanan menjadi prioritas utama. Publik kini menanti gebrakan nyata Kapolri baru dalam menjawab berbagai tantangan keamanan, khususnya kejahatan modern yang semakin kompleks. ( Red )














