DELI SERDANG | medansumutpos.id
Tokoh masyarakat Percut Sei Tuan yang juga Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dari Fraksi Gerindra, Muhammad Dahnil Ginting, SE, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumatera Utara yang baru, Irjen Pol Sonny Irawan, serta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, atas harapan baru dalam upaya pemberantasan narkoba dan tindak kriminalitas di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kecamatan di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Dahnil Ginting yang juga salah seorang Penasehat DPP/DPW Ormas Islam Barisan Persaudaraan Forum Muslimin Indonesia (BP FORMI) menilai, langkah tegas aparat kepolisian yang di lakukan di Desa Percut, Minggu (11/10/2026) dalam mengungkap kasus kriminalitas dan memberantas peredaran narkoba sangat dinantikan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran kepemimpinan baru di tubuh Polri diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat penegakan hukum, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.
“Sebagai tokoh masyarakat Percut Sei Tuan, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumut yang baru, Irjen Pol Sonny Irawan, dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Kami berharap kepemimpinan baru ini membawa semangat dan langkah nyata dalam memberantas narkoba serta berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujar Dahnil kepada medansumutpos.id, selasa (13/10/2026)
Ia menyebutkan, pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum penting bagi harapan masyarakat terhadap peningkatan keamanan dan ketertiban.
Menurut Dahnil, harapan tersebut bukan hanya datang dari masyarakat Indonesia secara umum, tetapi juga dari masyarakat Sumatera Utara, terutama warga Kecamatan Percut Sei Tuan yang selama ini menaruh perhatian besar terhadap persoalan kriminalitas dan peredaran gelap narkotika.
Narkoba Ancam Generasi Muda dan Kehidupan Sosial
Dahnil menegaskan, persoalan narkoba tidak boleh dipandang sebatas pelanggaran hukum semata. Peredaran narkotika yang tidak terkendali dapat membawa dampak luas terhadap kehidupan sosial masyarakat, merusak masa depan generasi muda, memicu persoalan keluarga, serta meningkatkan kerentanan terhadap berbagai tindak kriminalitas.
Karena itu, ia berharap jajaran Polda Sumut dan Polrestabes Medan maupun Polresta Deli Serdang sesuai wilayah hukum masing-masing dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan intensitas operasi, serta melakukan penindakan secara konsisten terhadap jaringan peredaran narkoba.
“Percut Sei Tuan membutuhkan perhatian serius. Kita tidak ingin generasi muda kita menjadi korban narkoba. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita, ketenteraman keluarga, dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan menyentuh jaringan yang lebih luas,” tegasnya.
Ia juga berharap penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi turut mengungkap jaringan pemasok, bandar, dan pihak-pihak lain yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pemberantasan narkoba tidak berhenti pada pelaku-pelaku kecil, melainkan mampu memutus mata rantai peredaran gelap narkotika hingga ke sumbernya.
Apresiasi Pengungkapan Kasus Begal
Selain persoalan narkoba, Dahnil Ginting juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas keberhasilan mengungkap kasus begal di wilayah Percut Sei Tuan dan menangkap para pelaku yang diduga terlibat.
Ia menilai, pengungkapan kasus tersebut menjadi langkah penting untuk memulihkan rasa aman masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas pada pagi, siang, maupun malam hari.
“Terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah bekerja mengungkap kasus begal di Percut Sei Tuan dan menangkap para pelakunya.
Kami mengapresiasi kerja aparat yang telah merespons persoalan keamanan yang menjadi keresahan masyarakat,” ungkapnya.
Dahnil berharap keberhasilan tersebut menjadi awal dari peningkatan penindakan terhadap berbagai tindak kejahatan jalanan lainnya. Ia juga meminta agar patroli dan langkah pencegahan ditingkatkan di titik-titik yang dinilai rawan, disertai respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Baginya, keberhasilan kepolisian bukan hanya diukur dari jumlah pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari kemampuan mencegah kejahatan berulang dan menghadirkan rasa aman yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dukung Polri Hadir untuk Rakyat
Lebih lanjut, Dahnil menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendambakan lingkungan yang aman, tertib, dan terbebas dari ancaman narkoba maupun kriminalitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan keseriusan aparat kepolisian, dukungan pemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat.
Ia mengajak warga untuk tidak takut melaporkan aktivitas mencurigakan maupun tindak kejahatan melalui saluran resmi kepolisian, tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kami mendukung kepolisian yang bekerja profesional, tegas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Harapan kami, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, keamanan di Sumatera Utara semakin baik dan masyarakat semakin merasakan kehadiran negara,” tutup Dahnil.
Ia berharap Percut Sei Tuan ke depan tidak lagi identik dengan persoalan narkoba dan kriminalitas, melainkan berkembang menjadi wilayah yang aman, nyaman, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
Bagi Dahnil, perang melawan narkoba dan kejahatan bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga ketenteraman masyarakat dan menyelamatkan masa depan bangsa. ( Red 01)














