Lubuk Pakam | medansumutpos.id
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan melantik 7 pengawas dan 402 kepala sekolah di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, Senin (9/2/2026). Pelantikan ini merupakan bagian dari pembenahan besar-besaran sistem pendidikan yang dinilai masih bermasalah.
Dalam pelantikan tersebut, 31 orang dilantik sebagai kepala sekolah baru, lebih dari 300 lainnya dirotasi, dan 31 kepala sekolah diberhentikan karena pelanggaran, seperti penundaan pengembalian pajak dana BOS, masalah revitalisasi sekolah, serta konflik dengan siswa dan orang tua.
Bupati memberi ultimatum: seluruh kepala sekolah akan dievaluasi selama enam bulan. Jika tidak ada perbaikan, maka pemberhentian akan dilakukan. Ia menegaskan jabatan kepala sekolah bukan jabatan struktural, melainkan tugas tambahan guru yang bisa dicabut sewaktu-waktu.
Indikator penilaian meliputi kebersihan sekolah dan toilet, disiplin siswa, kemampuan akademik, jam mengajar guru, serta pengelolaan dana BOS yang transparan.
Bupati juga menegaskan tidak ada pungutan atau suap dalam pengangkatan kepala sekolah. Ia meminta masyarakat melapor jika ada oknum meminta uang.
Selain itu, seluruh sekolah diwajibkan memasang spanduk bahwa pendidikan gratis. Kepala sekolah juga diminta tegas terhadap guru yang tidak disiplin hingga pemutusan kontrak bila perlu.
Bupati menekankan pentingnya membangun karakter dan etika siswa, serta meminta kepala sekolah tidak takut pada wartawan dan LSM selama bekerja sesuai aturan.
Pelantikan dihadiri Wakil Bupati, Sekda, para pejabat OPD, camat, dan undangan lainnya. ( Red )














