Percut Sei Tuan | medansumutpos.id
Geliat para Mujahid pembela Rumah Allah-Mesjid Ar Rahman desa sampali, memasuki hari yang ke 10 Ramadhan, tampak semakin hari semakin bertambah syiarnya dan ramai di datangi, dari mulai waktu berbuka puasa, shalat magrib serta shalat Taraweh.


Seperti tampak, pada Minggu (9/3/2025) di Mesjid Ar Rahman sesuai Syiar Ramadhan yang di programkan oleh BKM Ar Rahman dan baru terbentuk, jum’at (28/2/2025) setelah adanya pertemuan pihak Aparat Desa Sampali, Bhabinsa dengan para Pimpinan Ormas Ormas Islam Kelaskaran Sumut yang juga di hadiri pula oleh 2 orang Anggota DPRD Deli Serdang, yakni M.Dahnil Ginting, dari F-Gerindra dan Syarifuddin Nasution, dari F-PKS.
Minggu sore itu sesuai jadwal, sekitar 40 an orang dari komunitas Ojol atau yang lebih di kenal dengan Komunitas Speed Kota Medan, Serikat Pengemudi, ikut hadir dan meramaikan syiar Ramadhan di Mesjid Ar Rahman, Jln.H.Anif- Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, yang di Komandoi oleh Ketuanya Nanang Suliadi.

Sebelumya juga Ormas Ormas Islam Kelaskaran Sumut, dari Ormas FUI SU, BP FORMI, dan PIS N, telah lebih dulu mengisi jadwal Syiar Ramadhan 1446 H, menyusul jadwal yang berikutnya dari FPI, FUI SU Amanar, dan Forsii Amanar.

Seperti yang di sampaikan oleh Ketua BKM, Faisal Siregar di dampingi Wakil Ketua BKM Azhari, Sekretaris BKM Ust.Syahrul Idrus, Kord.Bidang Dakwah Ust.Nursarianto, serta Bidang Dakwah, Evi Meriyani Tarigan di lokasi Mesjid saat hadir membersamai di sela sela jelang berbuka puasa bersama, mengatakan kepada medansumutpos.id, bahwa kita harapkan Suport dan Dukungan penuh juga dari ummat Islam Komunitas dan Elemen Ummat lainnya, untuk perjuangan besar kita bersama sama dalam memperjuangkan Rumah Allah ini, ” ungkap Pengurus BKM.
Mesjid Ar Rahman ini adalah sebagai salah satu simbol atas bentuk perlawanan dari ummat Islam Sumatera Utara, khususnya para Mujahid pembela rumah Allah, yang tergabung di dalam Aliansi Ormas Ormas Islam Kelaskaran Sumut
/Elemen umat pembela Mesjid, Gerakan dari para Mujahid perjuangan dalam mempertahankan dari segala bentuk intimidasi dan usaha penggusuran yang di lakukan Pengembang melalui kaki tangan dan antek antek nya, di duga di Back Up dari para Oknum salah satu Ormas Kepemudaan.
BKM Ar Rahman dalam usahanya melegalkan akan Keberadaan Mesjid yang saat ini sedang di isi dengan syiar syiar kegiatan Ibadah, bahwa di ketahui Mesjid yang di bangun oleh salah satu Tokoh Pemuda yang bernama Raham Tua atau yang akrab di sapa Tuek, pada tahun 2016, Mesjid Ar Rahman mulai di bangunnya dengan susah payah dari awal hingga saat ini tampak berdiri lumayan megah dan di ketahui pula atas biayai dengan dananya sendiri, seperti yang di tuturkan oleh sang istri yang bernama Maya.
Di ketahui pula sebelum kejadian peristiwa yang sempat viral di Medos di 2024 tahun lalu, tepatnya saat kejadian kerusuhan terhadap warga di dusun XXIV Jln.H.Anif – Sampali, atas efek yang timbul dari penggusuran terhadap ratusan rumah warga masyarakat yang berada di sekitaran Mesjid Ar Rahman.
saat itu juga terdengar issu serta kabar yang beredar bahwa keberadaan Mesjid juga akan di usik dan Gusur, usaha penggusuran itu juga di ketahui bukan hanya sekedar issu, namun bentuk intimidasi juga telah di lakukan oleh Oknum Preman kepada Marbot Mesjid, Imam dengan memberikan sejumlah uang sebesar 2 juta rupiah, untuk Marbot dapat keluar dan pindah dari lokasi Mesjid tersebut.
Sementara diketahui pula sebelumnya banyak Fasilitas Mesjid, seperti CCTV, Sanyo penyedot Air, Tabung besar untuk Penampungan Air, hingga semua keran Air pun hilang raib tanpa jejak (Red 01)














