Medan | medansumutpos.id
Sosok pemilik Mall Centre Point pusat perbelanjaan di Kota Medan disegel Bobby Nasution gegara nunggak pajak Rp250 miliar.
Pemilik Mall Centre Point masuk 150 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2016 versi majalah Globe Asia.
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel Mall Centre Point di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Rabu (15/5/2024)
Penyegelan terjadi karena mall yang berada di lahan seluas 3,1 hektar tersebut menunggak pajak, senilai Rp 250 miliar sejak tahun 2011.
Wati (25) salah satu karyawan di gerai minuman menuturkan mall center point di segel, toko dan gerai di tutup, jadi bagaimana lah nasib kami ini, “ujar dengan nada murung
Taufik (40) salah satu pekerja ojol yang kerap mangkal di seputaran mall center point, juga menuturkan, pak walikota pikirkan juga dampak dari disegel nya mall center point kepada kami, para ojol, karyawan mall center selaku pengguna tetap layanan ojol.
Terkait Kebijakan Walikota tersebut, cucu pejuang kemerdekaan republik indonesia 1945 pertempuran Medan Area Rinno Hadinata, kamis, angkat bicara dan mengatakan kepada medansumutpos.id, bahwa Total 250 milliar lebih yang menjadi tunggakan pajak PBB mall center point sejak 2011, sudah terbayar 50 milliar oleh manajement PT.ACK, meliputi tagihan pajak apa saja.
Rinno menegaskan dugaan adanya konflik kepentingan antara Manajemen PT.ACK (pengelola Mall center point) dengan Walikota medan terkait tagihan kewajiban yang belum terselesaikan seharusnya juga, dipikirkan juga bagaimana nasib para karyawan/pekerja yang ada diseluruh mall center point, seperti para pekerja ojek online yang biasa mangkal di seputaran mall center point serta para pedagang yang berjualan diseputaran mall center point.
Jangan sampai keputusan walikota berdampak sosial secara luas dari konflik kepentingan ini.
Walikota medan juga harus memikirkan solusi untuk para pekerja/karyawan mall center point.mall center point tersegel, karyawan apa masih bisa tetap bekerja seperti biasa.
PT.ACK sebagai pengelola mall center point juga harus memikirkan para pemilik Toko dan gerai yang sudah ada sejak mall megah ini berdiri dan beroperasi.
ketika gerai atau toko mereka tutup, nasib para karyawan juga menjadi tanggung jawab bersama.
pekerja atau karyawan juga punya keluarga, butuh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, “tutur rinno. ( Red )














