Medan | medansumutpos.id
Mantan pimpinan KPK Saut Situmorang mengingatkan masyarakat Sumatera Utara untuk bijak dalam memilih pemimpin di Pilgubsu 2024, dengan tidak memilih calon yang beresiko tinggi tersangkut kasus hukum.
Saut menegaskan hal itu menjawab pertanyaan seorang warga soal ijin tambang Blok Medan yang menyeret nama Bobby Nasution.
“Tanggal 28 Oktober ini saya dan beberapa mantan pimpinan KPK dipanggil untuk dimintai pendapatnya oleh pimpinan KPK saat ini. Belum tau materi apa yang akan dibahas, tetapi saya di situ akan pertanyakan apa kendala sehingga kasus Blok Medan belum diusut,” tegas Saut Situmorang dalam Diskusi Publik Bayang-bayang Invisible Hand Pilgubsu 2024, yang digelar Kombatan Sumut Bersih (KSB) di Aobi Cafe, Jalan Singgalang Medan, Rabu (24/10/2024)
Saut Situmorang tampil sebagai narasumber bersama Rocky Gerung dalam diskusi yang dipandu Abyadi Siregar dan Suwandi Purba.
Ditegaskannya, ia bakal bertanya dengan nada keras ala Medan. “Ada apa ini? Kok nggak ditindaklanjutii blok Medan ini. Hei…apa masalahnya dan apa kendalanya?,” kata Saut, yang memicu tawa para audiens.
Sebelumnya, seorang audiens mengungkapkan sejumlah kasus yang menyeret nama Bobby Nasution seperti Blok Medan, misteri lampu pocong, dan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saut mengakui jika dalam penanganan kasus hukum yang ditangani KPK dewasa ini terkesan lamban. Bahkan di masanya pun terjadi upaya penghalangan oleh kekuasaan, sehingga sangat tergantung peran pimpinan.
Ia mencontohkan dirinya pernah menghardik dengan keras seorang penyidik KPK yang tidak menjalankan progres pemeriksaan secara benar. Setelah dihardik barulah kasusnya bisa diproses hingga tuntas.
Meski kasus Blok Medan tidak bisa dipastikan berproses sesuai hukum yang berlaku dengan cepat dan tuntas, namun Saut meminta masyarakat Sumut tidak apatis.
Salah satu caranya adalah dengan tidak memilih cagub yang terindikasi akan tersandung kasus hukum atau beresiko tinggi masalah hukum.
“Makanya kita di Medan, Sumut ini, harus jeli memilih. Jangan pilih yang beresiko tinggi. Pahami saja masing masing, apa itu beresiko tinggi. Jelas pilih yang lebih kecil resikonya untuk menekan indeks ekonomi naik. Karena korupsi sangat mempengaruhi keadaan ekonimi di masyarakat,” tegas Saut Situmorang. ( Red )














