Medan | medansumutpos.id
Tasyakuran Milad 50 Tahun MUI Sumatera Utara yang digelar di Aula Universitas Medan Negeri (UMN), Jalan Gedung Arca, Medan, Kamis, (14/8/2025) berjalan penuh dengan khidmad.
Rektor UMN dalam sambutan 50 tahun MUI, menyampaikan akan kesiapannya untuk bekerja sama dengan MUI Sumatera Utara dalam berbagai bidang.
Rektor UMN menyatakan bahwa universitasnya siap memberikan dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan oleh MUI Sumatera Utara dan umat.

Ketua Panpel Milad 50 tahun Prof.H.Hasan Bakti, MA dalam laporannya, menyampaikan beberapa hal, terkait kegiatan yang telah di lakukan oleh MUI Sumut, di antaranya adalah, Ziarah ke Makam Para Ketua Umum, Pengajian Akbar, dan Galang Dana Peduli Palestina.
*Sejarah MUI*
Pada kesempatan tersebut, Prof.Hasan, menjelaskan bahwa MUI atau Majelis Ulama Indonesia sebenarnya didirikan pada tanggal 11 Januari 1975 di Sumatera Utara, jauh beberapa bulan sebelum Jakarta, 26 Juli 1975 di Jakarta, namun sebab kita NKRI, maka kita mengikut pusat, “pungkasnya.
Berdirinya MUI merupakan hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan, dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Di sampaikannya pula, tentang sejarah MUI, bahwa MUI berdiri pada 26 Juli 1975 atau 7 Rajab 1395 Hijriah di latarbelakangi atas respons kebangkitan kembali bangsa Indonesia setelah 30 tahun merdeka dan keprihatinan terhadap sektarianisme yang mendominasi perpolitikan umat Islam pada tahun 1970-an
*Fungsi dan Peran MUI*
Adapun Tujuannya adalah memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan Fungsi Utamanya yaitu sebagai Pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya, dengan penjabarannya yakni,
1. Pemberi fatwa (mufti Pembimbing dan pelayan umat (Riwayat wa khadim al ummah)
2. Gerakan kedamian dan pembaruan (Islah wa at-Tajdid)
3. Penegak hal-hal yang baik dan pencegah dari hal-hal yang mungkar (Amar ma’ruf dan nahi munkar)
Di Ceremonial puncak Milad 50 tahun MUI, Ketua MUI Sumut, Ustd. Dr.H.Maratua Simanjuntak, pada kesempatan tersebut, berpesan bahwa MUI sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada kepentingan umat.
” Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Milad 50 Tahun MUI Sumatera Utara menjadi momentum penting untuk meningkatkan peran dan kontribusi MUI dalam masyarakat,” ujarnya
Milad 50 Tahun MUI Sumatera Utara menjadi momentum penting untuk meningkatkan peran dan kontribusi MUI dalam masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, MUI Sumatera Utara terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa.
*Serahkan Bingkisan*
Di akhir sambutannya , Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Buya H. Maratua Simanjuntak, menyampaikan bingkisan tanda kasih MUI kepada para mantan ketua MUI Sumatera Utara sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kontribusi mereka dalam memimpin organisasi tersebut.

Bingkisan dan piagam penghargaan ini merupakan simbol penghargaan MUI Sumatera Utara terhadap jasa dan dedikasi para mantan ketua dalam membangun dan mengembangkan organisasi.
Dengan demikian, MUI Sumatera Utara terus memperkuat hubungan antara generasi lama dan baru dalam organisasi.



Hadir pada kesempatan tersebut, Wagubsu, H.Surya, Bsc, Jajaran Forkompinda SU, Wakil Ketua DPRD SU, H.Salman Al Farizi, Anggota DPR RI M.Nuh, Ketua/Pimpinan MUI Kab/Kota, Tuan Guru Syekh Dr. Zikmal Fuad, Pimpinan Pondok Al Kautsar Al Akbar Syech K.H. Ali Akbar Marbun, Pangdam 1 BB, Mayjen TNI, Rio Firdianto, para Rektor, Tokoh Agama dan Pimpinan Ormas Ormas Islam, tampak hadir pula, Ketua FUI SU, Irwansyah, SH, MH dan Ketua Umum BP FORMI Azhari. (A/Red.01 )














