MEDAN | medansumutpos.id
DPRD Kota Medan menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), perbaikan layanan kesehatan, serta pembenahan infrastruktur dalam rekomendasi LKPJ Tahun 2025.
Pada sektor pendapatan, DPRD mencatat target PAD sebesar Rp3,38 triliun hanya terealisasi Rp2,78 triliun atau 82,26 persen. Untuk itu, DPRD mendorong penerapan digitalisasi pajak dan penggunaan sistem tapping box guna mencegah kebocoran pendapatan.
Di bidang kesehatan, DPRD menyoroti anggaran Dinas Kesehatan sebesar Rp1,23 triliun dengan realisasi 83,27 persen. Pansus merekomendasikan peningkatan fasilitas puskesmas, layanan rumah sakit, penambahan loket obat di RSUD Pirngadi, serta transparansi ketersediaan kamar rawat inap.
Selain itu, pengelolaan aset daerah juga menjadi perhatian. Dari anggaran Rp3,24 triliun, realisasi mencapai 99,64 persen. DPRD meminta optimalisasi aset, penataan data, serta evaluasi tarif sewa aset milik Pemko Medan.
Tak kalah penting, DPRD mendesak prioritas penanganan banjir melalui normalisasi drainase serta pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD sebagai upaya meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Ia menilai rekomendasi yang ditetapkan melalui Keputusan DPRD Kota Medan Nomor 100.3.2/6630/Kep-DPRD/4/2026 mencerminkan sinergi kuat antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Kota Medan.
Seluruh rekomendasi tersebut diharapkan menjadi dasar kebijakan strategis demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (A-Red)














