LUBUK PAKAM | medansumutpos.id
Langkah tegas diambil Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sebagai bentuk peringatan keras bagi seluruh unsur pemerintahan dan mitra kerja agar tidak bermain-main dengan stabilitas daerah.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa setiap pernyataan yang berpotensi memecah belah masyarakat tidak akan ditoleransi, terlebih jika datang dari figur yang memiliki posisi strategis.
“Jangan ada yang coba-coba mengganggu kondusivitas daerah. Siapa pun yang menyampaikan narasi provokatif, akan kami tindak tegas,” tegas Bupati, Rabu (15/7/2026).
Pernyataan ini sekaligus menjadi garis tegas bahwa ruang publik, termasuk media sosial dan grup percakapan, bukan tempat menyebarkan opini liar yang bisa memicu konflik di tengah masyarakat.
Pemberhentian Ketua FKDM sebelumnya menjadi bukti konkret bahwa Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tidak hanya memberi imbauan, tetapi langsung bertindak ketika integritas dan ketenangan publik terancam.
Bupati juga mengingatkan bahwa seluruh perangkat daerah dan lembaga mitra harus menjadi contoh dalam menjaga etika komunikasi, bukan justru memperkeruh suasana.
“Jabatan itu amanah. Kalau tidak mampu menjaga ucapan dan sikap, lebih baik mundur atau kami evaluasi,” tegasnya lagi
Dengan sikap ini, Pemkab Deli Serdang menegaskan komitmennya: menjaga kondusivitas bukan sekadar retorika, melainkan prinsip yang harus dijaga bersama demi stabilitas, keamanan, dan kepercayaan masyarakat. (A.Red)














