MEDAN | medansumutpos.id
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan menyerahkan 11 tuntutan strategis kepada pimpinan DPRD Kota Medan dalam audiensi di ruang kerja Ketua DPRD, Senin (20/7/2026).
Dipimpin Ketua HMI Cabang Medan, Cici Indah Risky, rombongan menekankan sejumlah persoalan krusial yang dinilai mendesak ditangani, mulai dari maraknya begal, tawuran, peredaran narkoba, hingga rendahnya kesejahteraan guru honorer.
HMI menyoroti kondisi keamanan Kota Medan yang dinilai kian mengkhawatirkan, serta meminta langkah tegas pemberantasan narkoba, khususnya di wilayah rawan seperti Medan Timur. Selain itu, HMI juga mendesak perhatian serius terhadap nasib guru honorer yang disebut masih menerima gaji sekitar Rp850 ribu per bulan.
Tak hanya itu, HMI meminta ruang dialog yang lebih terbuka, termasuk harapan agar setiap aksi mahasiswa dapat diterima langsung oleh Ketua DPRD sebagai bentuk komitmen terhadap aspirasi publik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, menyatakan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti sesuai fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia juga menegaskan bahwa setiap pimpinan DPRD yang menerima aspirasi tetap mewakili lembaga.
Audiensi berlangsung terbuka dan dialogis, diakhiri dengan penyerahan resmi dokumen 11 tuntutan HMI kepada DPRD Kota Medan untuk ditindaklanjuti. ( A.Red)














