Percut Sei Tuan | medansumutpos.id
Masjid Al Ikhlas Baru, Dusun 14 Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, menjadi saksi khidmatnya peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan keagamaan ini dihadiri jamaah dari berbagai desa serta kompleks perumahan di sekitarnya, menghadirkan suasana religius yang sarat makna dan persaudaraan.
Ketua Panitia Pelaksana, Fredy, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj kali ini mengusung tema:
“Melalui Isra Mi’raj Mari Kita Tingkatkan Amal Ibadah Kita, serta Menjadi Pribadi yang Disiplin dan Istiqomah.”
Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa peristiwa agung Isra Mi’raj bukan sekadar sejarah, melainkan seruan untuk membenahi diri dan memperkuat ibadah.
Sementara itu, Ketua BKM Masjid Al Ikhlas yang baru, Ir. Surahman, mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang telah mendukung pembangunan serta aktivitas masjid.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan jamaah dan masyarakat sekitar masjid,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BKM juga membacakan pernyataan sikap masyarakat yang kemudian diikuti secara bersama-sama oleh seluruh jamaah. Pernyataan tersebut berisi tiga poin utama:
1. Masyarakat setempat menyatakan kebahagiaan atas berdirinya Masjid Al Ikhlas yang baru karena memberikan kenyamanan dalam beribadah.
2. Masyarakat memohon kepada pihak-pihak luar sesama umat Islam agar tidak mengganggu keputusan mereka demi kenyamanan beribadah, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
3. Masyarakat memohon dukungan untuk menegakkan syiar Islam melalui masjid yang baru ini.
Selain itu, jamaah juga menyampaikan harapan agar seluruh umat Islam dapat saling memahami dan tidak merusak ukhuwah Islamiyah.
“Kami memohon pengertian kita sesama umat Islam agar jangan sampai merusak persaudaraan dan persatuan umat,” ucap Ketua BKM saat membacakan pernyataan tersebut.
Acara ini turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Percut Sei Tuan, di antaranya Camat di Wakil Kasie, Kapolsek Percut Sei Tuan, di Wakili Kanit Binmas, Kepala Desa Sampali yang diwakili Sekretaris Desa, serta para tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan. Tampak hadir Ketua Umum Ormas Islam BP FORMI Azhari, Ketua PIS N, Amrin serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat Percut Sei Tuan, H. Rakhmadsyah, SH, yang juga Anggota DPRD Deli Serdang empat periode, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Masjid Al Ikhlas yang baru sekitar satu bulan lebih ini selesai dibangun memiliki posisi strategis karena berada di antara tiga desa dan lima kompleks perumahan.
“Keberadaan Masjid Al Ikhlas sangat didukung oleh warga dan jamaah. Masjid ini menjadi pusat ibadah sekaligus pemersatu umat di wilayah sekitar,” katanya.
Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Al.Ustd.Prof.Dr.Sakholid Nasution, S.Ag., M.A., yang secara khusus diundang untuk memberikan siraman rohani kepada jamaah. Dalam tausiahnya, ia menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan penghulu seluruh nabi yang dimuliakan Allah SWT. Perjalanan Isra Mi’raj, menurutnya, adalah kemuliaan yang tidak diberikan kepada nabi lainnya.
“Mi’raj adalah tangganya seorang muslim. Jika ingin naik derajat di sisi Allah, maka shalat adalah jalannya,” tutur Prof. Sakholid di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi momentum untuk membenahi kualitas ibadah, khususnya shalat, agar benar-benar menjadi pondasi kehidupan umat Islam.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kuatnya pedoman agama sangat bergantung pada kokohnya pondasi keimanan. Oleh sebab itu, umat Islam diminta terus memperbaiki shalatnya, tidak hanya dari segi gerakan, tetapi juga dari kekhusyukan dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Shalat yang benar adalah shalat yang mampu mencegah dari perbuatan tercela,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat hanya dapat diraih oleh orang-orang yang menjaga shalatnya dengan istiqomah.
“Siapa yang memelihara shalatnya, maka Allah akan jaga hidupnya,” ungkapnya.
Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali menjadikan shalat sebagai tiang agama sekaligus sarana membentuk pribadi yang disiplin, istiqomah, serta berakhlak mulia. Acara ditutup dengan doa bersama agar masyarakat senantiasa diberi kekuatan iman, keselamatan, serta keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
(Tim/Red)














