• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Medan Sumut Pos
  • HOME
  • NEWS
  • ADVERTORIAL/ IKLAN
  • DAERAH
  • TEKNOLOGI
  • ENTERTAINMENT
  • LIFESTYLE
  • VIDIO
No Result
View All Result
Medan Sumut Pos
  • HOME
  • NEWS
  • ADVERTORIAL/ IKLAN
  • DAERAH
  • TEKNOLOGI
  • ENTERTAINMENT
  • LIFESTYLE
  • VIDIO
No Result
View All Result
Medan Sumut Pos
No Result
View All Result
  • HOME
  • KOTA MEDAN
  • SUMUT
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • ADVERTORIAL/ IKLAN
  • POLITIK & PARLEMEN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • RAGAM & KHAZANAH
  • SPORT
  • VIDIO
Home NEWS NASIONAL

Mengapa Kementerian Tenaga Kerja Indonesia Harus Dirombak…!!!

Redaksi by Redaksi
Februari 3, 2025
in NASIONAL
0
240
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | medansumutpos.id

Oleh ;
Shohibul Anshor Siregar, dosen FISIP UMSU. Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (‘nBASIS).

MenarikDibaca

Hampir Tuntas, Ini Cara PalmCo Mengakselerasi Bantuan Beras Pensiunan

50 Juta Warga Miskin Desil 1- 5 Dapat Bansos Langsung ke Rekening, dan Pemerintah Hapus Subsidi Produk.

Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

Pemerintahan Prabowo Subianto sangat perlu merombak Kementerian Tenaga Kerja menjadi Kementerian Pengadaan Pekerjaan. Orientasi tugasnya ditentukan untuk memastikan bahwa setiap warga negara beroleh pekerjaan sesuai tuntutan konstitusi.
Tugas pokok Kementerian Pengadaan Pekerjaan adalah mengamankan kebijakan Jaminan Pekerjaan (Job Guarantee).

Intinya, negara hadir untuk menjamin pekerjaan bagi setiap warga yang menganggur dengan upah yang layak. Jika peluang kerja sesuai permintaan pasar tidak sedang terbuka, negara berkewajiban merekrut semua populasi angkatan kerja yang menganggur pada sektor last resort. Sektor ini adalah sektor terakhir yang hanya dapat disediakan oleh pemerintah karena kewajiban imperatif konstitusional.
Bukan hanya alokasi anggaran dari APBN untuk kementerian ini yang harus ditinjau Kembali agar mampu menjawab masalah, namun orang dan struktur organisasinya pun wajib diperbaharui untuk menjawab tantangan.

Ini sekaligus mengajak Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan tentang nalar utama dalam rasionalisasi pembentukan kabinet dan jumlahnya.
Karena kentalnya warisan mentalitas kolonial, negara, hingga hari ini tidak pernah merasa pekerjaan untuk warga negara menjadi tanggung jawabnya. Ini tercermin dari uraian tugas dan kewajiban Kementerian Tenaga Kerja atau Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Urusannya relatif hanya menonton interaksi yang amat menyedihkan antara faktor permintaan dan penawaran tenaga kerja sambil mengabadikannya dalam bentuk visualisasi statistik, tanpa intervensi apa pun.
Selain menonton dinamika interaktif permintaan dan penawaran dalam pasar kerja, kementerian ini pun mungkin ikut andil melalui intervensi untuk penentuan kriteria bekerja dan menganggur yang sangat tidak realistis. Juga mungkin mengintervensi badan yang bertugas menentukan garis kemiskinan yang selama ini untuk Indonesia sama sekali tidak menuntun untuk memahami masalah, apalagi untuk mendasari pengambilan kebijakan yang adil.

Perhatikan, penamaan kementerian ini (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi) juga mencerminkan wawasan negara yang diurus oleh pemerintah yang silih berganti. Transmigrasi itu relatif sudah selesai di tangan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.
Main problems ketransmigrasian saat ini relatif hanya pada isu harmoni antara pemukim lama dengan pemukim ekskusif di lokasi transmigrasi.
Padahal urusan ketenagakerjaan itu begitu sentral untuk sebuah bangsa-negara, dan jika dicita-citakan Indonesia Emas 2024, jelaslah hal itu sebuah hayal jika tanpa menjawab masalah ketenagakerjaan,
Perspektif Kolonial
Jika seorang dari Angkatan kerja baru Indonesia, katakanlah setelah ia menyelesaikan studi S1 atau bahkan S2 dan S3, ia akan berhadapan dengan kenyataan tiadanya pekerjaan untuk dirinya. Apalagi ia hanya seorang anak petani dari kampung, dan tidak memiliki seseorang yang berpengaruh pada pemerintahan.

Lingkungan masyarakat yang tahu tentang kesedihan nasib lulusan S3 yang menganggur itu kerap menuduh bahwa fresh graduate ini sebetulnya adalah lulusan yang bodoh, hingga tak mampu bersaing dalam perebutan kesempatan. Dari lingkungan yang sama di Indonesia juga akan muncul tuduhan bahwa orangtuanya pelit, tidak mau menyogok pemerintah atau sektor swasta penyedia pekerjaan hingga angkatan kerja berpendidikan optimum itu tidak pernah beroleh pekerjaan.
Akibat wawasan abadi kolonial, baik pemerintah maupun Masyarakat tidak pernah tahu dan menyadari bahwa pekerjaan adalah masalah struktural. Dalam perspektif konstitusional, pekerjaan malah masuk kategori hak bagi setiap warga negara Indonesia. Pasal 27 Ayat (2) yang menyatakan bahwa “tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
Job Guarantee
Jika interpretasi atas hak konstitusional warga berdasarkan pasal 27 ayat (2) UUD 1945 ditegakkan, maka pemerintah seharusnya fokus pada penciptaan pekerjaan dengan menjalankan kebijakan Job Guarantee sebagaimana telah diterapkan di beberapa negara di dunia. Dalam sistem ini negara menjamin pekerjaan bagi setiap warga negara yang menganggur dengan upah yang layak.

Job Guarantee adalah kebijakan yang menjamin setiap individu yang siap dan mampu bekerja akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Konsep ini muncul sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran, memberikan stabilitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Pemerintah berperan sebagai “employer of last resort,” menyediakan pekerjaan di sektor publik atau proyek komunitas.
Konsep ini berakar pada krisis ekonomi, terutama selama Depresi Besar di AS pada tahun 1930-an. Program New Deal yang dipimpin oleh Franklin D. Roosevelt menciptakan lapangan kerja melalui proyek-proyek publik. Sejak itu, ide JG mendapatkan perhatian kembali, terutama di tahun 1970-an.

Di Australia, program Community Development Employment Projects (CDEP) berhasil memberikan pekerjaan bagi masyarakat Aborigin melalui proyek komunitas. India menerapkan Mahatma Gandhi National Rural Employment Guarantee Act (MGNREGA), yang menjamin 100 hari kerja per tahun bagi setiap rumah tangga di desa, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan infrastruktur.
Argentina mengimplementasikan Plan Jefes y Jefas de Hogar Desocupados setelah krisis ekonomi 2000-an, yang memberikan bantuan tunai dan pekerjaan sementara, menurunkan tingkat pengangguran secara signifikan.
Di Korea Selatan, program JG fokus pada penyediaan pekerjaan bagi buruh migran dan kelompok rentan, mendorong integrasi sosial dan peningkatan keterampilan.
Dengan berbagai contoh penerapan yang sukses, Job Guarantee menawarkan pendekatan praktis untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini semakin relevan di era ketidakpastian ekonomi, mencerminkan potensi untuk menciptakan lapangan kerja dan stabilitas sosial yang lebih baik.
_________

Post Views: 467
Tags: alokasi anggaran dari APBN untuk kementerian ini yang harus ditinjau Kembali agar mampu menjawab masalahPemerintah berperan sebagai "employer of last resortpemerintah seharusnya fokus pada penciptaan pekerjaan dengan menjalankan kebijakan Job GuaranteePemerintahan Prabowo Subianto sangat perlu merombak Kementerian Tenaga Kerja menjadi Kementerian Pengadaan Pekerjaan.Urusannya relatif hanya menonton interaksi yang amat menyedihkan antara faktor permintaan dan penawaran tenaga kerja
Previous Post

Pemerintah Desa Se-Sumatera Utara Apresiasi Pola Sinergitas dan Komunikasi PTPN IV Regional 1 Medan

Next Post

Orang Medan Wajib Tau..! 3 Nama Kecamatan di Medan Ternyata Berasal dari Bahasa Asing.

Next Post
Orang Medan Wajib Tau..! 3 Nama Kecamatan di Medan Ternyata Berasal dari Bahasa Asing.

Orang Medan Wajib Tau..! 3 Nama Kecamatan di Medan Ternyata Berasal dari Bahasa Asing.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Berdirinya Koperasi Merah Putih Terkendala Lahan, Dame Duma: Komisi IV Dorong Optimalisasi Aset Milik Pemko Medan

Berdirinya Koperasi Merah Putih Terkendala Lahan, Dame Duma: Komisi IV Dorong Optimalisasi Aset Milik Pemko Medan

Januari 14, 2026
Poldasu Bergerak Cepat, dan Berhasil Menangkap TerDuga Penista Agama dan Ujaran Kebencian

Poldasu Bergerak Cepat, dan Berhasil Menangkap TerDuga Penista Agama dan Ujaran Kebencian

November 26, 2023
Berdirinya Koperasi Merah Putih Terkendala Lahan, Dame Duma: Komisi IV Dorong Optimalisasi Aset Milik Pemko Medan.

Berdirinya Koperasi Merah Putih Terkendala Lahan, Dame Duma: Komisi IV Dorong Optimalisasi Aset Milik Pemko Medan.

Januari 22, 2026
Pelaksanaan MTQ ke 58 di Kec.Medan Kota, Tercederai, Busana Koboi dan Tarian Dancer Tampil pada Pembukaan

Pelaksanaan MTQ ke 58 di Kec.Medan Kota, Tercederai, Busana Koboi dan Tarian Dancer Tampil pada Pembukaan

Februari 12, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

Wartawan Medan “Mengetuk Pintu Langit” Mendo’akan Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Wartawan Medan “Mengetuk Pintu Langit” Mendo’akan Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

September 17, 2026
DBH Rp220 Miliar “Tertahan”, Ketua DPRD Medan Desak Pemprovsu Segera Cairkan: Program Bisa Lumpuh!

DBH Rp220 Miliar “Tertahan”, Ketua DPRD Medan Desak Pemprovsu Segera Cairkan: Program Bisa Lumpuh!

September 17, 2026
Hampir Tuntas, Ini Cara PalmCo Mengakselerasi Bantuan Beras Pensiunan

Hampir Tuntas, Ini Cara PalmCo Mengakselerasi Bantuan Beras Pensiunan

September 16, 2026
Monitoring Dewan Pendidikan Deli Serdang: Ruang Belajar Kurang, Pemkab Bangun 501 Kelas.

Monitoring Dewan Pendidikan Deli Serdang: Ruang Belajar Kurang, Pemkab Bangun 501 Kelas.

September 16, 2026

Recent News

Wartawan Medan “Mengetuk Pintu Langit” Mendo’akan Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Wartawan Medan “Mengetuk Pintu Langit” Mendo’akan Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

September 17, 2026
191
DBH Rp220 Miliar “Tertahan”, Ketua DPRD Medan Desak Pemprovsu Segera Cairkan: Program Bisa Lumpuh!

DBH Rp220 Miliar “Tertahan”, Ketua DPRD Medan Desak Pemprovsu Segera Cairkan: Program Bisa Lumpuh!

September 17, 2026
199
Hampir Tuntas, Ini Cara PalmCo Mengakselerasi Bantuan Beras Pensiunan

Hampir Tuntas, Ini Cara PalmCo Mengakselerasi Bantuan Beras Pensiunan

September 16, 2026
195
Monitoring Dewan Pendidikan Deli Serdang: Ruang Belajar Kurang, Pemkab Bangun 501 Kelas.

Monitoring Dewan Pendidikan Deli Serdang: Ruang Belajar Kurang, Pemkab Bangun 501 Kelas.

September 16, 2026
192

Alamat redaksi

Jlalan Pendidikan, Pasar.XII, Desa Bandar Kllipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, 20371

Browse by Category

  • ADVERTORIAL/ IKLAN
  • APPS
  • Batu Bara
  • Binjai
  • DAERAH
  • Deli Serdang
  • E-SPORT
  • EKONOMI
  • ENTERTAINMENT
  • Fashion
  • GADGET
  • Gunungsitoli
  • HUKUM & KRIMINAL
  • Humbang Hasundutan
  • INTERNASIONAL
  • Kabupaten Samosir
  • Karo
  • KESEHATAN
  • KOTA MEDAN
  • KULINER
  • Labuhanbatu
  • Labuhanbatu Selatan
  • Labuhanbatu Utara
  • Langkat
  • LIFESTYLE
  • Mandailing Natal
  • Medan
  • MOVIE
  • MUSIK
  • NASIONAL
  • NEWS
  • Nias
  • Nias Barat
  • Nias Selatan
  • Nias Utara
  • Padang Lawas
  • Padang Lawas Utara
  • Pakpak Bharat
  • PARIWISATA
  • POLITIK & PARLEMEN
  • RAGAM & KHAZANAH
  • Serdang Bedagai
  • Sibolga
  • Simalungun
  • SPORT
  • Startup
  • SUMUT
  • Tapanuli Selatan
  • Tapanuli Tengah
  • Tapanuli Utara
  • Tebing Tinggi
  • TEKNOLOGI

Recent News

Wartawan Medan “Mengetuk Pintu Langit” Mendo’akan Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Wartawan Medan “Mengetuk Pintu Langit” Mendo’akan Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

September 17, 2026
DBH Rp220 Miliar “Tertahan”, Ketua DPRD Medan Desak Pemprovsu Segera Cairkan: Program Bisa Lumpuh!

DBH Rp220 Miliar “Tertahan”, Ketua DPRD Medan Desak Pemprovsu Segera Cairkan: Program Bisa Lumpuh!

September 17, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Medansumutpos.com © 2023 Web Development PT.TAB

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVERTORIAL/ IKLAN
  • NEWS
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • POLITIK & PARLEMEN
    • EKONOMI
    • HUKUM & KRIMINAL
  • DAERAH
    • KOTA MEDAN
    • Asahan
    • Batu Bara
    • Binjai
    • Dairi
    • Deli Serdang
    • Gunungsitoli
    • Humbang Hasundutan
    • Kabupaten Samosir
    • Karo
    • Labuhanbatu
    • Labuhanbatu Selatan
    • Labuhanbatu Utara
    • Langkat
    • Mandailing Natal
    • Nias
    • Nias Barat
    • Nias Selatan
    • Nias Utara
    • Padang Lawas
    • Padang Lawas Utara
    • Padang Sidempuan
    • Pakpak Bharat
    • Pematang Siantar
    • Serdang Bedagai
    • Sibolga
    • Simalungun
    • Tanjungbalai
    • Tapanuli Selatan
    • Tapanuli Tengah
    • Tapanuli Utara
    • Tebing Tinggi
    • Toba
  • ENTERTAINMENT
    • E-SPORT
    • MOVIE
    • MUSIK
    • SPORT
  • LIFESTYLE
    • Fashion
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • PARIWISATA
  • TEKNOLOGI
    • Startup
    • APPS
    • GADGET
  • VIDIO
  • Login

Hak Cipta Medansumutpos.com © 2023 Web Development PT.TAB

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In