“Warga Perumahan PT Ira Masih Masih Terjebak Banjir Ratusan Pengungsi di Masjid Menunggu Bantuan Pemerintah “
– Ketum BP FORMI Sampaikan Bantuan
Deli Serdang | medansumutpos.id
Di tengah genangan air sepinggang orang dewasa yang belum surut, di Komplek Perumahan PT Ira, Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, saat ini masih terisolasi dan belum mendapatkan bantuan logistik yang memadai. Banyak dari mereka akhirnya terpaksa mengungsi ke Masjid Masjid dan beberapa titik penampungan lainnya karena rumah sudah tidak lagi layak dihuni.
Di masjid yang ini berubah menjadi tempat berlindung darurat itu, ratusan warga tidur berdesakan. Karpet masjid menjadi alas tidur, dan sebagian besar tidak memiliki selimut maupun pakaian kering. Anak-anak menangis kelaparan, lansia menggigil kedinginan, dan ibu hamil mulai mengeluhkan sakit karena kondisi yang tidak layak.
KISAH YANG TAK TERDENGAR, TAPI NYATA
Siti Rahma (32), seorang ibu pengungsi dari Perumahan PT Ira, menahan air mata saat menceritakan kondisi di posko:
“Sudah beberapa hari kami di sini. Kadang makan, kadang tidak. Anak-anak minta susu, tapi kami tidak punya. Kalau malam, hawa dingin sampai tulang.” Sementara itu, Mahmud (60), warga lansia yang juga tinggal di posko, berkata lirih:
“Air belum surut. Kami tidak bisa pulang. Kalau pemerintah lambat terus, kami khawatir akan kesehatan kami sendiri dan takut jika ada yang meninggal.”
KONDISI POSKO PENGUNGSIAN: TIDAK MEMADAI
Aspek Kondisi Lapangan, lokasi utama pengungsian di Masjid Al-Hidayah, dan Masjid lainnya di Hamparan Perak
Pengungsi Ratusan, mayoritas dari warga Perumahan PT Ira dan warga dari Lokasi sekitar yang abantuan pemerintah Belum merata / minim
Kebutuhan mendesak Makanan siap saji, air bersih, selimut, susu bayi
Kondisi kesehatan Banyak balita batuk, demam, dan iritasi kulit
Situasi di titik pengungsian lainnya seperti rumah warga yang tinggi pun tak jauh berbeda: logistik sangat terbatas dan bantuan masih bertumpu pada relawan,
PERTANYAAN YANG DIUCAPKAN PARA PENGUNGSI — BUKAN UNTUK DIPOLITIKKAN, TAPI UNTUK DIDENGAR:
Apakah pemerintah tahu kami masih terjebak banjir?
Apakah tidak ada yang datang mengecek kondisi kami?
Apakah bantuan hanya untuk daerah yang viral?
Bagi para pengungsi, diamnya pemerintah terasa seperti pembiaran.
TUNTUTAN MENDESAK UNTUK PEMPROVSU, PEMKAB DELI SERDANG, BPBD & BNPB
Para pengungsi dari Perumahan PT Ira dan Pengungsi lainnya meminta harap kepada pemerintah segera:
1. Mengirim logistik darurat secara langsung ke lokasi pengungsian.
2. Menyalurkan selimut, popok, pembalut, dan pakaian kering. 3. Menurunkan Logistik untuk dapur umum resmi dan pos layanan medis.
4. Melakukan pendataan dan pemantauan langsung di lokasi.
Setiap hari tanpa respon berarti meningkatnya risiko kelaparan, menurunnya kondisi kesehatan pengungsi rentan penyakit, dan korban jiwa.
KETUM BP FORMI AZHARI : AJAKAN SOLIDARITAS UNTUK PUBLIK
Di tengah keresahan para pengungsi, mereka berharap bantuan dari Pemerintah, Tokoh masyarakat, lembaga sosial, relawan, dan komunitas:
“Kalau pemerintah belum menunjukkan kepedulian yang tinggi atau siapapun yang bisa membantu kami ini yang sangat membutuhkan.”keluh warga dan pengungsi.
📍 Titik Lokasi Pengungsian Utama:
Masjid Al-Hidayah, Desa Hamparan Perak, Deli Serdang
Kontak Koordinasi Bantuan Posko :
Danang — 0852 9616 9279.
Jika negara tidak hadir saat rakyat sedang berjuang untuk tetap hidup, maka yang tersisa bukan sekadar bencana alam tetapi tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Hamparan Perak.
(Zi/Red)














