Medan | medansumutpos.id
Rasa haru dan syukur mengiringi langkah para aktivis Islam Sumatera Utara yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Penyelamat Akidah (AOIPA) Sumut setelah berhasil menjemput dua balita Muslim dari panti asuhan non-Muslim, Tyranus, di kawasan Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat sore (31/10/2025).
Kedua balita tersebut, Muhammad Azka (4) dan Aini Khotimah (2), merupakan anak dari Yeniria Gulo (28), seorang muallaf yang kini tengah hamil tua. Sebelumnya, kedua balita itu diasuh di Panti Asuhan Tyranus, sebuah lembaga asuhan berafiliasi Kristen.
Asal Mula dan Perjuangan AOIPA Sumut
AOIPA Sumut lahir dari keprihatinan mendalam berbagai ormas Islam, elemen umat, tokoh masyarakat, serta aktivis dakwah dan hukum terhadap maraknya kasus penelantaran, pemurtadan, serta lemahnya perlindungan terhadap akidah umat, khususnya di kalangan dhuafa dan muallaf.
Aliansi ini merupakan gabungan ormas Islam, tim hukum, dan relawan kemanusiaan yang bertekad menjaga kemurnian akidah umat melalui aksi nyata di lapangan. Prinsip perjuangan mereka jelas:
“Menjaga akidah Islam adalah menjaga kehidupan.”
Awal Kasus dan Gerak Cepat AOIPA Sumut
Sekitar sepekan sebelum aksi penjemputan, seorang wanita bernama Yeniria Gulo menghubungi Zubeir, Sekretaris Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid (AOIPM) sekaligus Sekretaris MPTW Sumut. Ia menyampaikan keluh kesah dan permasalahan terkait dua balita Muslim yang berada di panti asuhan Kristen tersebut, serta kondisi dirinya yang merasa kehilangan anak-anaknya.
Menanggapi hal itu, Zubeir segera meneruskan informasi kepada Ustaz Affan Lubis, Ketua Darul Ukhuwah Sumut yang juga Ketua APMAS (Masjid Amal Silaturahim, Komplek Asia Mega).
Melihat urgensi kasus, Ustaz Affan Lubis kemudian mengundang pimpinan ormas Islam dan elemen umat untuk menggelar rapat khusus pada Selasa, 8 Oktober 2025. Dari pertemuan tersebut disepakati langkah kolektif, terkoordinasi, dan legal melalui payung AOIPA Sumut.
Komitmen dan Dukungan Para Tokoh Ormas Islam
Perjuangan AOIPA Sumut mendapat dukungan moral dan kehadiran langsung dari berbagai pimpinan ormas Islam dan elemen masyarakat, antara lain:
Ustaz Affan Lubis, Ketua Darul Ukhuwah Sumut
Ustaz Satiya Barayani dan Ahmad Efendi Bangun, Sekretaris dan Panglima Laskar DPD FPI Sumut
Azhari, Ketua Umum BP FORMI
Irwansyah, S.H., M.H., dan Saiin, Ketua dan Panglima Laskar FUI Sumut
Abdul Latif Balatf dan Zubeir, Ketua dan Sekretaris MPTW Sumut
Marasamin Ritonga, S.H., M.H., Ketua LADUI Sumut
Ade Lesmana, S.H., Koordinator TPUA Sumut dan kuasa hukum/pengacara A. Sultoni Hasibuan, S.H., Emak-emak tangguh, bunda Afifah dan Bunda Nani R Tamy serta para aktivis pergerakan umat Islam lainnya.
Kehadiran dan sinergi mereka menjadi wujud nyata ukhuwah dan solidaritas dalam perjuangan menyelamatkan akidah umat.
Aksi Penyelamatan dan Pendampingan
Dengan penuh kehati-hatian, tim AOIPA Sumut usai salat Jumat bergerak bersama aparat dan instansi terkait, antara lain Satreskrim dan Unit PPA Polresta Deli Serdang, Polrestabes Medan, Dinas PPA Sumut, Dinas Sosial, Lurah Medan Selayang, serta kepling setempat mendatangi Panti Tyranus.
Meskipun sempat terjadi ketegangan di lokasi, akhirnya kedua balita berhasil diambil oleh AOIPA Sumut dan diserahkan melalui kuasa hukum Yeniria Gulo untuk dibawa langsung kembali kepada ibunya di kawasan pesisir Tanjung Jabung, Kuala Tungkal, Provinsi Jambi, dalam suasana penuh haru dan kebahagiaan.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Kedua anak ini akhirnya bisa kembali ke pelukan ibunya. Kami hanya berusaha menjaga akidah dan masa depan anak-anak Muslim,” ujar Ustaz Affan Lubis di Jalan STM, Medan, Sabtu (2/11/2025), saat melepas keberangkatan tim pemulangan anak.
Doa dan Keteguhan Hati Para Aktivis
Menurut Ustaz Affan, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk membantu para muallaf yang berada dalam kesulitan agar anak-anak mereka tetap tumbuh dalam lingkungan Islami.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kekuatan lahir dan batin, serta meneguhkan niat kami semua dalam perjuangan menjaga akidah umat,” ucapnya penuh harap.
Langkah ini menjadi cerminan keteguhan hati, keikhlasan, dan semangat kebersamaan para aktivis AOIPA Sumut dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah berbagai tantangan dakwah.
Tekad AOIPA Sumut ke Depan
AOIPA Sumut berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam:
1. Menjaga kemurnian akidah umat,
2. Membela hak-hak muallaf, dan
3. Memastikan setiap anak Muslim tumbuh dalam lingkungan berlandaskan tauhid dan kasih sayang Islam.
“Menjaga akidah adalah menjaga generasi dan masa depan umat.”
(Red 01)














