Medan | medansumutpos.id
Terungkapnya ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang terlibat praktik judi online menjadi sorotan tajam publik. Temuan ini menjadi langkah berani yang diambil Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam upaya membersihkan birokrasi dan memperbaiki kualitas SDM pemerintahan.
Informasi yang dihimpun pada Kamis, 13 November 2025, menyebutkan sedikitnya 1.038 ASN dan non ASN diduga terpapar aktivitas judi online (judol). Angka ini diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan dan pemetaan awal terhadap transaksi mencurigakan.
Inspektur Pemprov Sumut, Sulaiman Harahap, mengungkapkan bahwa Gubernur Bobby Nasution langsung mengambil tindakan tegas dengan meminta penelusuran lebih mendalam oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Oleh karenanya bapak gubernur kembali menginstruksikan kami supaya dilakukan penelusuran serupa oleh PPATK terhadap seluruh rekening ASN dan pejabat kita. Hal ini dalam rangka perbaikan mental dan sumber daya manusia pada birokrasi Pemprov Sumut,” ujar Sulaiman.
Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sumut yang ditunjuk sebagai pilot project manajemen talenta ASN di Indonesia. Pembersihan birokrasi dari pengaruh judi online dianggap menjadi syarat mutlak untuk membangun aparatur yang berintegritas dan profesional.
Sulaiman menegaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada mereka yang telah terindikasi, namun juga akan meluas ke seluruh perangkat pemerintahan di Sumut.
Pemprov Sumut memastikan bahwa setiap ASN yang terbukti terlibat akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, proses pembinaan mental dan peningkatan kompetensi ASN juga akan terus diperkuat.
Hingga saat ini, PPATK bersama Inspektorat masih terus melakukan pendalaman transaksi dan pemeriksaan lebih lanjut. ( Red )














