Medan | medansumutpos.id
Bencana banjir yang masih melumpuhkan wilayah Tanjung Pura dan sekitarnya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali mengetuk nurani banyak pihak. Tanpa menunggu instruksi dan tanpa agenda seremoni, Aliansi Ormas Islam Kelaskaran Sumut turun langsung mengantar bantuan logistik untuk warga yang terdampak, Selasa (2/12/2025) malam.

Rombongan berangkat dari Posko Bencana Banjir Aliansi Ormas Islam Kelaskaran Sumut, di Masjid Ex Medan Putri Jln.Timor-Medan yang di pimpin Ketua DPD FPI Sumut Ust.Amru Fitriadi, bersama Ketua Umum BP FORMI Azhari serta Sekretaris Umum FUI Sumut Faisal Abidin, S.Sos. Mereka bergerak bersama didampingi oleh pengurus lainnya dalam satu barisan aksi solidaritas Banjir dengan tekad kepedulian atas rasa kemanusiaan.
Bantuan disalurkan ke sejumlah titik banjir terparah, dimulai dari Jalan Terusan Dusun Mergat Desa Pantai Cermin, kemudian ke Pasar 5 Bandar Telu (BT) Beringin, Kecamatan Tanjung Pura.
Logistik yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, mie instan, roti, untuk warga yang kelaparan, sebab tidak adanya stok makanan yang tersedia, terisolasi di akibatkan genangan banjir, di tambah lagi dengan tidak adanya bantuan apapun yang di terima oleh para korban baik dari Pemerintah Provinsi ataupun dari Pemerintah Kabupaten Langkat.
“Kami Tak Butuh Janji Tapi Kami Butuh Bertahan Hidup.”
Sejumlah warga mengaku mulai dari awal banjir, sudah mulai kehabisan bahan makanan akibat aktivitas ekonomi berhenti total.
“Rumah warga sudah Enam hari terendam. Warung tutup, dapur warga tidak bisa dipakai, anak-anak sudah mulai banyak yang demam,”
ucap Nazarudin (57) Kades setempat yang menerima kedatangan Tim, dengan raut wajah keras.
“Ini Bukan Panggung Pencitraan.”
Ketua DPD FPI Sumut, Ust.Amru Fitriadi, dan Ketua BP FORMI Azhari menegaskan bahwa aksi kami ini adalah murni panggilan hati demi rasa kemanusiaan.
“Kami hadir bukan untuk pencitraan, bukan mencari panggung. Rakyat sedang kesusahan maka kita bergerak. Pemerintah harus lebih sigap. Bencana tidak bisa menunggu rapat atau tanda tangan,” tegas keduanya.
Warga Minta Pemerintah Peduli
Meski bantuan dari para relawan sudah mulai berdatangan, saat ini warga masih membutuhkan air bersih, selimut, pakaian layak pakai, tenda pengungsian, obat dan layanan kesehatan.
“Kami berterima kasih kepada Relawan dari Aliansi Ormas Islam Kelaskaran Sumut, yang datang dengan bersusah payah malam malam begini, tapi kami juga menunggu pemerintah hadir langsung membantu dan memperhatikan kami, bukan hanya kirim laporan,”
kata Alfarizi (37), salah satu warga korban banjir di Tanjung Pura.
Solidaritas Publik Harus Berlanjut
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa rakyat bergerak lebih cepat dibanding birokrasi. Aliansi Ormas Islam Kelaskaran Sumut memastikan gerakan ini bukan bantuan sekali ini saja.
“Selama banjir masih menghimpit warga, kami akan kembali dan berusaha membantu dengan sekuat tenaga ,” tegas Azhari sebelum melanjutkan perjalanan ke titik lokasi lainnya, walau di serta Hujan.
Di akhir perjalanan, tim singgah di Besilam dan menyerahkan paket sembako kepada Khalipah Syarifuddin atau yang akrab disapa Ustadz Buyung, sebagai bagian dari distribusi lanjutan untuk warga di wilayah tersebut. ( Red)














