Medan | medansumutpos.id
Musibah banjir belum surut Hingga Jum’at malam ini, ribuan warga di Labuhan Deli, Mabar, dan Marelan masih terisolasi genangan air yang belum kunjung surut sejak hujan ekstrem mengguyur kawasan Medan dan sekitarnya.
Melihat kondisi darurat tersebut, DPD Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara bergerak cepat dengan membuka Dapur Umum Darurat sebagai bentuk respon kemanusiaan dan solidaritas umat.
Dapur umum ini resmi beroperasi sejak jum’at sore, (28/11/2025) dengan pusat posko berada di Masjid area eks Sekolah Medan Putri, Jalan Timor atau Gaharu Medan, dan ditujukan untuk menjangkau warga terdampak banjir yang hingga malam ini masih belum memperoleh bantuan logistik yang memadai.
Aksi Kemanusiaan Dari Umat Untuk Umat
Ketua DPD FPI Sumut, Ustadz Amru Fitriadi, menyampaikan bahwa dapur umum ini didirikan sebagai bentuk kewajiban moral dan solidaritas kepada masyarakat yang tengah mengalami musibah.
“Kami tidak bisa menunggu perintah atau seremonial. Ini situasi darurat. Selama umat membutuhkan, kami akan hadir. Dapur umum ini insyaAllah akan berjalan selama bencana belum reda,” ujar beliau.
Bersama jajaran Keluarga besar FPI Sumut, dan para relawan yang terlibat sejak Jum’at sore hingga sabtu dini hari telah menyiapkan seribu paket makanan yang di siapkan buat sarapan pagi bagi masyarakat yang masih terisolir, dan bersama akan menyalurkan makanan siap saji, air mineral, serta mengoordinasikan pendataan titik warga yang belum terjangkau.
Fokus Bantuan: Lokasi Terparah dan Masih Tergenang
Berdasarkan laporan relawan FPI di lapangan, tiga titik banjir yang mendapat prioritas penyaluran bantuan adalah:
– Labuhan Deli
– Mabar
– Marelan
– Belawan
Di sejumlah titik, ketinggian air masih mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa. Banyak warga masih bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi terbatas.
Relawan FPI juga telah menyiapkan kendaraan dan perahu darurat untuk proses distribusi dan evakuasi.
Seruan Solidaritas dan Kepedulian
Selain menyediakan dapur umum, FPI Sumut membuka kesempatan bagi warga, donatur, dan pihak yang ingin turut memberikan bantuan berupa makanan, air bersih, pakaian layak pakai, atau logistik lainnya.
“Bencana ini ujian bersama. Saatnya saling bantu, saling jaga, saling menguatkan. FPI hanya perantara, semua kebaikan kembali kepada Allah,” tambah Sekretaris DPD FPI Sumut, Ustadz Satiya Barayani. (Red-01)














