Medan | medansumutpos.id
Musibah banjir di Kota Medan dan sekitarnya hingga Sabtu, 29 November 2025, masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kawasan Labuhan Deli, Marelan, Mabar, hingga Belawan dan beberapa. Kecamatan di Deli Serdang, Percut Sei Tuan dan Batang Kuis, masih terendam setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Ribuan warga belum dapat beraktivitas normal dan banyak yang masih terisolasi.
Di tengah situasi ini, aksi nyata muncul dari gabungan ormas Islam. DPD Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara, bersama DPW BP FORMI Sumatera Utara dan Forum Umat Islam Sumut (FUI SU) yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Kelaskaran Sumatera Utara, ada juga dari MMI, mendirikan Posko Banjir dan Dapur Umum Darurat di Masjid Eks Medan Putri, Jalan Timor/Jalan Gaharu Medan.
Dapur Umum Beroperasi Hingga Tengah Malam


Sejak Jum’at malam Sabtu hingga Sabtu (29/11/2025), para relawan memasak dan mengemas makanan untuk kemudian dibagikan kepada warga terdampak.
Sebanyak 800 paket makanan berhasil disalurkan, terdiri dari:
– 300 bungkus nasi goreng dan
– 500 bungkus nasi dan lauk.
Makanan ini diprioritaskan untuk warga lanjut usia, ibu dan anak, serta mereka yang masih kesulitan mendapatkan pasokan pangan akibat akses yang terputus.
Ketua DPD FPI Sumut, Ustadz Amru Fitriadi, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi panggilan iman.
“Kami tidak menunggu instruksi resmi atau seremoni. Selama masih ada warga yang butuh makan dan bantuan, posko ini akan terus berjalan,” ungkapnya.

Solidaritas dari Jakarta: Komunitas PINGS Turun Tangan
Aksi kemanusiaan ini juga mendapat dukungan besar dari luar daerah.
Komunitas PINGS (Parents In Goodness) datang langsung dari Jakarta dipimpin oleh Irsan Qodriansyah.
Mereka tidak hanya membantu logistik, tetapi turut turun membagikan makanan di titik-titik banjir.
“Kami datang bukan untuk diliput, tapi untuk membantu saudara-saudara kami. Kemanusiaan tidak mengenal jarak maupun batas administratif,” tegas Irsan.
Distribusi Menjangkau Titik-Titik Terisolasi


Tim relawan menggunakan kendaraan operasional dan perahu darurat untuk mencapai titik banjir terparah, terutama di:
-Labuhan Deli
-Marelan
-Mabar
-Belawan

Banyak warga menerima bantuan dengan penuh haru bukan hanya karena makanan itu penting, tetapi karena mereka merasa tidak ditinggalkan.
Gerakan Berkelanjutan dan Terbuka untuk Donasi
Aliansi Ormas Islam Kelaskaran Sumatera Utara memastikan bahwa aksi ini tidak berhenti pada hari ini.
Posko akan tetap berjalan selama banjir belum sepenuhnya surut.
Donatur dapat membantu dalam bentuk: Makanan siap saji, Logistik Sembako, Air mineral dan lainnya.
Ketua BP FORMI Sumut, Ustadz Azhari, menyerukan panggilan moral kepada masyarakat yang mampu.
“Bencana ini bukan hanya ujian bagi korban, tetapi ujian bagi hati kita semua. Kita yang diberi kelapangan rezeki, kesehatan, dan akses saat ini adalah waktunya berbagi.”
Ketika sebagian pihak masih berkutat dengan rapat dan agenda formalitas, posko berbasis masjid di Jalan Timor/Gaharu ini mengirimkan pesan sederhana namun kuat:
Umat bergerak bukan karena sorotan kamera tetapi karena nurani.
Selama masih ada yang membutuhkan, dapur umum ini akan terus menyala sebagai bukti bahwa empati lebih kuat dari genangan air. ( Red-01)














