Oleh: Ust Abdul Latif Khan
Wahai Umi tercinta, almarhumah Suryanisah binti Amri Yahya…
Hari ini kami berdiri dengan hati yang penuh kehilangan. Air mata kami masih jatuh ketika mengingatmu. Namun di balik kesedihan itu, ada kesaksian yang ingin kami sampaikan di hadapan Allah.
Kami akan menjadi penyusul yang baik.
Kami bersaksi bahwa engkau adalah wanita shalihah.
Engkau adalah istri yang shalihah. Engkau mengabdikan hidupmu dengan cinta, kesetiaan, dan pengorbanan. Tidak pernah kami melihatmu berhenti berusaha memberikan yang terbaik untuk suamimu. Bahkan ketika tubuhmu telah lemah dan penyakit menggerogoti kekuatanmu, pikiranmu masih tertuju kepada suamimu. Dari ranjang rumah sakit, di saat dirimu sendiri membutuhkan pertolongan, engkau masih mengingatkan anak-anakmu agar melayani kebutuhan ayah mereka.
Itu bukan sekadar perhatian.
Itu adalah cinta yang hidup karena Allah.
Kami bersaksi bahwa engkau adalah umi yang shalihah.
Sembilan anak engkau asuh dengan cinta, kesabaran, dan doa. Ada begitu banyak jejak yang engkau tinggalkan dalam kehidupan mereka. Bahkan dalam pesan-pesan singkat yang masih tersimpan, terlihat bagaimana engkau menjaga tutur kata. Tidak ada kata-kata kasar. Tidak ada luapan amarah yang melukai. Yang ada hanyalah kelembutan seorang ibu yang mendidik dengan kasih sayang.
Engkau tidak hanya membesarkan anak-anakmu.
Engkau membesarkan hati mereka.
Kami juga bersaksi bahwa engkau adalah wanita yang suka menolong.
Sering kali engkau membantu orang-orang yang kesusahan tanpa banyak bicara. Banyak kebaikan yang engkau sembunyikan dari pandangan manusia. Mungkin tidak semua orang mengetahuinya. Namun Allah Maha Mengetahui setiap tangan yang pernah engkau ulurkan, setiap air mata yang pernah engkau hapus, dan setiap beban yang pernah engkau ringankan.
Dan ketika saat perpisahan itu tiba…
Kami menyaksikan sesuatu yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Menjelang wafatmu, engkau seakan berubah menjadi bidadari surga.
Tubuhmu memancarkan keharuman yang belum pernah kami cium sebelumnya. Kulitmu berubah menjadi begitu halus dan lembut. Wajahmu memancarkan ketenangan yang membuat kami terpaku. Kami memandangmu dengan takjub, seolah Allah sedang memperlihatkan kepada kami sebagian kecil dari kemuliaan yang Dia siapkan untuk hamba-Nya yang beriman.
Kami tidak mengklaim apa yang menjadi rahasia Allah.
Namun kami menyaksikan kebaikan-kebaikan yang nyata dalam hidupmu.
Karena itu, dengan penuh cinta dan kerinduan, kami mengatakan:
Kami ridha kepadamu.
Kami memaafkan segala kekhilafanmu.
Kami mengenang semua kebaikanmu.
Dan kami bersaksi bahwa engkau adalah wanita shalihah yang sepanjang hidupnya berusaha mencari ridha Allah.
Kini engkau telah mendahului kami.
Namun insya Allah, kami akan menjadi penyusul yang baik.
Kami akan terus mendoakanmu.
Kami akan berusaha menjaga amanah yang engkau tinggalkan.
Kami akan berusaha berjalan di jalan yang sama, jalan yang menuju ridha Allah.
Sampai nanti, ketika Allah mempertemukan kembali keluarga ini di tempat yang tidak ada lagi perpisahan, tidak ada lagi air mata, dan tidak ada lagi kematian.
Ya Allah, ampunilah almarhumah Suryanisah binti Amri Yahya. Lapangkan kuburnya. Terangi alam barzakhnya. Jadikan kuburnya taman dari taman-taman surga. Kumpulkan ia bersama para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih. Dan pertemukan kembali kami dengannya di surga-Mu yang tertinggi. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. ( ***)













