Medan | medansumutpos.id
Ketua Umum DPP/DPW Barisan Persaudaraan Forum Muslimin Indonesia (BP FORMI) Azhari, menyampaikan pesan Moral dan kritikan keras kepada Kapolri untuk bertindak tegas terhadap anggota/personil Polri yang bersikap represif dan arogan kepada supir ojek online (ojol) hingga meninggal dan juga di terhadap mahasiswa pendemo di Medan, Sumatera Utara, yang juga menyebabkan korban.
“Kasus ini menunjukkan bahwa masih ada anggota Polri yang belum memahami tugas dan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Sikap represif dan arogan ini tidak hanya merusak citra Polri, tetapi juga dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” ujar Ketua Umum BP FORMI.
BP FORMI mendesak Kapolri untuk mengambil tindakan tegas terhadap anggota/personil Polri yang terlibat dalam kasus ini. “Tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran dan merusak citra institusi. Kapolri harus bertindak tegas dan profesional dalam menangani kasus ini,” tambahnya.
BP FORMI mendukung aparat bertindak tegas dalam menangani demonstrasi, namun juga menekankan pentingnya tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) para pendemo. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip bahwa HAM harus dihormati dan dilindungi oleh negara dan aparat penegak hukum.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan menurut nya dalam menjalankan tugasnya, aparat penegak hukum harus mempertimbangkan beberapa aspek, HAM dan Penanganan yang kooperatif.
Selain itu, BP FORMI juga meminta Presiden untuk cepat dan tanggap dalam mengantisipasi penurunan wibawa presiden dan pemerintah. “Presiden harus memastikan bahwa institusi kepolisian berjalan sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku. Jangan sampai kasus ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujar Ketua Umum BP FORMI.
Dalam kesempatan ini, BP FORMI juga mendesak Presiden untuk memecat semua pihak yang terafiliasi dengan “Geng Solo” yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan pemerintah. “Kita tidak ingin ada lagi kebijakan yang tidak pro-rakyat dan merugikan masyarakat. Presiden harus bertindak tegas dan memprioritaskan kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Terkait Aksi Demo di Medan yang terjadi, Jum’at (30/8/2025) yang hingga menelan korban di kalangan Mahasiswa, Ketua Umum BP FORMI juga mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wishnu Hermawan Februanto S.IK, MH, untuk segera menindak tegas bawahannya yang terlibat dalam bentrok dengan pendemo yang menimbulkan korban. Desakan ini menunjukkan bahwa BP FORMI ingin agar aparat kepolisian bertindak profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. (Tim/Red)














