MEDAN | medansumutpos.id.
Bukan hanya sekadar perayaan dan seremonial, Milad ke-1 DPD Laskar Pejuang Ummat Islam (LPUI) Sumatera Utara berubah menjadi gelombang besar persatuan umat. Digelar di Medan Marelan Square, Minggu (05/07/2026), acara ini menyatukan kekuatan Ormas Islam kelaskaran dalam satu barisan di bawah naungan Persaudaraan Ormas Islam (POI) Sumut.
Suasana penuh ukhuwah, haru, dan kebersamaan terasa sejak awal kegiatan. Tema besar “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Menguatkan Kepedulian Sosial, dan Membangun Ummat yang Berdaya” tidak hanya menjadi slogan tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata.
Tokoh-tokoh penting Pimpinan Ormas-Ormas di Wadah POI Sumut, dari Ormas Kelaskaran Sumut, hadir dan berkumpul dalam satu panggung perjuangan. Di antaranya Ketua Umum FIB Ust. Zulkifli Rangkuti S.Pdi, Ketua Umum BP FORMI Ust.Azhari, Ketua Umum HMII, Ust. Pujakesuma Lubis, Ketua Umum PIS N Amrin Nasution, Ketua FUBU, Ustd.Rony, Ketua Forsi Sumut Afriadi, perwakilan LPD Majelis Mujahidin Indonesia Medan, hingga unsur DPP Reaksi Putra Islami.
Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat: Ormas Islam di Sumatera Utara tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi mulai menyatu dalam satu kekuatan besar demi kepentingan umat.
Tak hanya Pimpinan Ormas, unsur pemerintah dan aparat juga ikut hadir dan berbaur. Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Belawan, Sekcam Belawan, hingga Lurah Tanah 600 tampak menyatu dengan para Undangan, menciptakan suasana yang hangat.
Ketua Dewan Suro LPUI Sumut bersama Ketua Panitia Haris Soeprayatna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik penuh dengan kebersamaan serta tetap menonjolkan Ukhuwah Ummat.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan yang hadir memperkuat sinergi antara gerakan umat dan pembangunan daerah.
Puncak acara menjadi momen paling menyentuh. LPUI Sumut menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu serta membagikan paket sembako kepada kaum dhuafa. haru tak terbendung saat bantuan diserahkan langsung oleh Ketua DPD LPUI Sumut, Ust.Abu Azzam, Undangan dan para Ketua Ormas Ormas Islam yang hadir.
Di sinilah makna sesungguhnya Milad itu terasa bukan sekadar seremoni, tetapi bukti bahwa Ormas Islam mampu hadir, bergerak, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Milad pertama LPUI Sumut menjadi penegasan: bahwa ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar. Persatuan Ormas dalam wadah POI Sumut bukan hanya simbol, tetapi kekuatan riil yang siap menjawab persoalan umat.
Acara ditutup dengan foto bersama namun lebih dari itu, yang terpatri adalah komitmen bersama, bersatu, bergerak, dan terus hadir untuk umat.
Dari Marelan, pesan itu menggema umat tidak sendiri, dan persatuan sedang dibangun.
(Red 01)














