” REFLEKSI AKHIR TAHUN BAGI SEORANG MUSLIM “
Pesan By.BP FORMI
Malam pergantian Tahun masehi adalah malam yang begitu di meriahkan oleh ummat manusia di seluruh dunia.
Namun sejatinya itu bukanlah hari perayaannya hari besar islam, dan malam itu begitu luar biasa maksiat berlangsung di seluruh dunia. Mulai dari meniup terompet ala kebiasaan yahudi, membakar petasan ala kaum penyembah api begitupun hal-hal mubadzir Dan maksiat lainnya.
sayangnya sebagian besar ummat islam justru tenggelam memeriahkannya dengan pesta kembang apinya menanti pergantian waktunya sembari tiupan terompet ala yahudinya.
Tak hanya itu tahun baru adalah malam dimana alat kontra sepsi dan miras laku keras, penginapan demi penginapan penuh diisi oleh keluarga yang berlibur bahkan muda mudi yang bukan pasangan halal, ayah bunda jaga anak-anak kalian.
Melihat dan mengetahui ajang maksiat itu semua, apa yang harus kamu lakukan sebagai seorang Muslim? Bukankah perintah Amar’ma’ruf nahi munkar adalah sebuah kewajiban bagimu?
Maka beberapa langkah yang bisa kamu lakukan adalah.
1. Diantara menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk tidak ikut perayaan malam tahun baruan yang penuh dengan ajang maksiat.
2. Lebih baik di rumah saja sebagaimana malam-malam biasanya, berkumpul dengan sanak keluarga.
3. Bertepatan pergantian tahun ini juga jatuh pada awal bulan Rajab, maka alangkah lebih baik sebagai seorang muslim awali bulan ini dengan amal-amal sholeh sebab bulan ini buku catatan amalmu tahun ini telah di tutup dan mulailah lembaran baru menjadi manusia yang lebih baik.
4. Hadiri majelis ilmu jika ada, dan beriktikaf di masjid. Perbanyak doa dan dzikir, Perbanyak muhasabah setahun terakhir apa yang udh di perbuat melihat semua maksiat di sekitar kita, jangan-jangan kita hanya mendiamkannya saja membiarkan semuanya seolah berkata yang penting bukan aku yang buat, padahal justru itulah menjadi maksiat kita membiarkan maksiat meraja lela. Bermuhasabah adakah amal bertambah atau justru dosa makin bertambah. Bermuhasabah apa yang udah kita perbuat untuk saudara kita di Palestina, setahun lebih mereka dibantai apakah kita peduli atau justru sibuk mempersholeh diri saja, seolah nahi munkar itu bukan bagian dari amal sholeh.
5. Luruskan niat dan kembalikan semuanya kepada Allah.
6. Dan Tetap jaga ukhuwah walau mungkin ada yg berbeda pandangan menilai sesuatu hal. Jangan sampai ketika maksiat meraja lela kau hanya bisa diam saja, ketika agamamu dihina kaupun hanya diam saja, ketika saudaramu di Palestina kaupun lagi-lagi hanya diam saja. Namun ketika amalan saudaramu dan cara dakwah mereka berbeda dengan pemahamanmu kau ribut bahkan sanggup mengkafirkan nya, naudzubillah. Semoga Allah memberi taufiq dan hidayahnya kepada kita semua. Aamiin
( Redaksi )














