JAKARTA | medansumutpos.id Pernyataan tegas datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof.Dr.Abdul Mu’ti. Ia memastikan bahwa sekolah negeri di Indonesia saat ini sudah tidak memungut biaya, mulai dari tingkat TK hingga SMA.
“Semua sekolah negeri mulai TK sampai SMA sudah gratis,” tegas Mu’ti kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Pernyataan ini sekaligus menjawab dorongan Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin memastikan pendidikan benar-benar bebas biaya bagi rakyat.
Mu’ti menjelaskan, kebijakan gratis tersebut ditopang oleh berbagai program pemerintah, terutama Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terus digelontorkan setiap tahun.
Data Pendukung:
Anggaran pendidikan dalam APBN mencapai 20% dari total belanja negara (amanat UUD 1945).
Dana BOS tahun 2026 diperkirakan menembus lebih dari Rp60 triliun untuk jutaan siswa di seluruh Indonesia.
Program Indonesia Pintar (PIP) menyasar lebih dari 18 juta siswa dari keluarga kurang mampu, dengan bantuan langsung tunai pendidikan.
“Dana BOS untuk operasional sekolah sudah disiapkan pemerintah. Sementara siswa dari keluarga tidak mampu juga mendapat bantuan melalui PIP,” jelas Mu’ti.
Meski begitu, isu biaya pendidikan kembali mencuat setelah Presiden Prabowo menyatakan komitmennya untuk menggratiskan seluruh pendidikan negeri hingga perguruan tinggi.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 PAN di JCC, Jakarta.
“Saya sangat setuju, biaya pendidikan negeri harus gratis. SD, SMP, SMA, hingga universitas negeri harus gratis,” tegas Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung sumber pembiayaan. Ia menegaskan bahwa dana hasil pemberantasan korupsi harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat, termasuk sektor pendidikan.
Pernyataan Presden ini memicu perhatian publik:
Apakah pendidikan benar-benar sudah gratis sepenuhnya, atau masih ada biaya tersembunyi di lapangan?
Isu ini diprediksi akan menjadi sorotan besar, terutama terkait implementasi di daerah dan kesiapan anggaran jika kebijakan gratis hingga perguruan tinggi benar-benar diterapkan. (A.Red)














