Medan | medansumutpos.id
Menyikapi situasi dan perkembangan terkini ini, Forum Masyarakat Sipil Sumatera Utara (FORMASSU), sebagai Organisasi Masyarakat Sipil dan wadah berkumpulnya aktivis, praktisi, akademisi dan masyarakat lainnya, menyatakan bahwa situasi saat ini sudah benar-benar harus disikapi dengan hati dan pikiran tenang, dan bijaksana.
Demikian siaran Pers FORMASSU, di terima medansumutpos.id,
Hal ini kami sampaikan dikarenakan, FORMASSU menelisik bahwa cara dan mode, modus yang terjadi saat ini hampir mirip dengan situasi dan kondisi pada saat unjuk rasa tahun 1998, walaupun tidak begitu identik, dimana ribuan bahkan jutaan rakyat Indonesia menyampaikan apirasinya ke gedung DPR RI dan DPRD Sumut.
Semua ini bukan tanpa alasan dan latar belakang yang logis, akan tetapi disebabkan kebijakan-kebijakan Pemerintah yang kontroversial yang kemudian diperkeruh oleh sikap Dewan yang malah membuat kebijakan yang sangat menyakitkan hati masyarakat, seperti kenaikan beberapa tunjangan anggota Dewan khususnya tunjangan perumahan 50 juta/bulan.
Tapi sayangnya, keinginan rakyat/masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tersebut tidak ditanggapi secara cepat dan lugas oleh Dewan dan Pemerintah, bukan disambut dengan tangan terbuka, malah dibenturkan dengan aparat kepolisian dan ditambah dengan respon pernyataan demi pernyataan yang kontroversial menyakiti hati rakyat dan reaksi tidak terukur oleh aparat kepolisian, yang pada akhirnya meningkatkan amarah masayarakat.
Padahal rakyat hadir, sebagai bagian control sosial pemerintah, bukan bagian musuh dari pemerintah, sehingga sepatutnya ditempatkan secara baik dan bijak serta didengar aspirasinya.
Jika bukan pada DPR dan Pemerintah, kemana lagi mereka akan menyuarakan aspirasinya secara konstitusional, tentu pada DPR dan Pemerintah

Untuk itu FORMASSU menyerukan 5 (lima) Sikap Tegas Kepada Pemerintah, DPR, aparat kepolisian dan masyarakat Indonesia untuk segera mengambil sikap sbb :
1. Presiden Prabowo harus Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan Pemerintah yang telah mencederai hati rakyat/masyarakat Indonesia, seperti permasalahan kenaikan dan kebijakan Pajak yang gila-gilaan di berbagai daerah, Sembako yg di oplos dan mahal, BBM, pertambangan dan kasus korupsi yang meraja lela di berbagai bidang, hukum yg diperjual belikan, Proyek Straregis Nasional yg menyimpang seperti PIK, IKN dan lain sebagainya
2. DPR harus introveksi diri tentang jadi dirinya, siapa dirinya, sehingga tidak dengan sesuka hatinya mengeluarkan statement serta pernyataan yang meyakiti rakyat/masyarakat dan serta banyak UU dan kebijakan DPR yg tidak menyahuti aspirasi rakyat, seperti kenaikan tunjangan yg fantastis. Anggota DPR harus menyatakan mundur sebagai anggota DPR jika tak mampu dan terbukti menyakiti hati rakyat Indonesia.
3. Pada masyarakat kita berharap, kita harus bisa menahan diri dari sikap Anarkisme yang justru merugikan perjuangan dan masyarakat kecil lainnya, mungkin kita sudahi dulu aksi ujuk rasa ini, akan tetapi kita beri warning pada DPR dan Pemerintah Indonesia dalam jangka waktu beberapa hari ini, untuk melakukan evaluasi dan mencabut seluruh kebijakan yang TIDAK BERKEADILAN SOSIAL bagai rakyat Indonesia.
4. Pada Presiden kami meminta agar memecat Menteri-menteri dan Kapolri yang selama ini telah mencederai hati nurani rakyat. Hal ini agar rasa sakit hati rakyat/masyarkat Indonesia bisa terobati walaupun sulit.
5. Presiden harus menganti KAPOLRI yang jelas jelas telah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, bahkan justru menjadi penyebab amarah rakyat semakin memuncak dengan prilaku aparat khususnya Brimob yang melindas driver Ojol sehingga meninggal.dunia
Selain hal tersebut betapa integritas yang rapuh sesama anak bangsa, rasa cinta tanah air hanya irama retorika belaka, jiwa kesatria bukan hanya penampilan ceremonial belaka, ditengah pesta bulan Kemerdekaan RI ke 80 seolah olah Bendera Negara Merah putih ditengah angin yg kencang lesu tanpa kibaran gagah sentosa.
Sudah saatnya menghidupkan semangat Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila diera Revolusi digital yang PANCASILAISME .
Demikian Pernyataan Sikap ini kami sampaikan.
Hormat kami
FORMASSU
Presidium :
Ariffani, Rafdinal, Lisa Afrianti, Siti Khadijah Pulungan, Marjoko, Maman Nata Wijaya, Dedy Sofyan, Lukman Hakim, Surya Ardiansyah, Chairul
( Rel/Red )














