Medan | medansumutpos.id
Suasana penuh kehangatan terasa sejak pagi di Café Kembar, Jalan Sakti Lubis, Medan, Jumat (21/11/25). Humas Polda Sumut mengajak ratusan wartawan Unit Poldasu untuk family gathering, sebuah agenda yang setiap tahun ditunggu karena menjadi ajang mempererat hubungan sekaligus melepas penat dari rutinitas peliputan.
Acara dibuka dengan doa dan sambutan dari Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan MH. Tak lama berselang, suasana langsung pecah riuh ketika perlombaan menyanyi digelar. Para wartawan yang sehari-hari berkutat dengan deadline, kali ini tampil santai dan percaya diri unjuk suara.
Tak berhenti di situ. Kuis seru dengan dua kelompok peserta membuat suasana riuh dan tambah hidup. Penampilan ibu-ibu Polwan dari Penmas Polda Sumut, yang dipimpin Kasubdit Penmas AKBP Siti Rohani Tampubolon, memberi warna berbeda. Mereka tampil ceria, energik, dan disambut tepuk tangan panjang.
Tampak tokoh media juga hadir, seperti Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua SMSI Sumut Eris Napitupulu, Ketua JMSI Sumut Anto Genk, Ahli Pers Dewan Pers Rijal, serta perwakilan pewarta foto. Para pimpinan organisasi tampak lebur dengan para wartawan dari berbagai platform media, mulai TV, cetak, hingga online.
Ketua SMSI Sumut Eris Napitupulu mengusulkan agar Polda Sumut menggelar lomba menulis jurnalistik khusus wartawan Unit Poldasu. Sementara Ketua JMSI Sumut Anto Genk berharap kegiatan mendatang bisa disisipi perlombaan puisi.
Kombes Ferry terlihat sumringah mendengar beragam masukan itu.
“Family gathering ini kita adakan untuk membangun hubungan baik antara Polri dan wartawan. Profesi jurnalis itu mulia. Tulisan harus real, bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai mencoreng profesi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan Polda Sumut akan menyiapkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dalam waktu dekat sebagai upaya meningkatkan profesionalisme jurnalis yang bertugas di lingkungan Poldasu.
Perwakilan Dewan Pers, Rijal, mengingatkan pentingnya wartawan bekerja sesuai aturan dan kode etik.
“Kitab suci wartawan itu dua: UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Kalau dua ini dipegang, aman kita,” ucapnya.
Rijal menyoroti masih adanya wartawan yang kurang memahami batasan hukum maupun etika sehingga kerap memicu persoalan saat peliputan. Ia mengajak wartawan bekerja dengan empati, menghormati privasi, dan menghindari tindakan represif saat konfirmasi.
Polda Sumut menutup kegiatan dengan pembagian bingkisan untuk para wartawan sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang selama ini terjalin.
Hangat, santai, tapi penuh makna, itulah warna Family Gathering Polda Sumut kali ini. Sinergi Polri dan pers di Sumut tampak semakin kuat dan saling menguatkan. (Red)














