medansumutpos.id | Medan.
Pengamat Politik : Presiden Jokowi Lagi Mapping untuk 2024.
Presiden Joko Widodo dalam bulan Agustus ini, telah dua kali mengunjungi Provinsi Sumatera Utara.
Dalam kunjungannya ke Sumut, mantan Gubernur DKI Jakarta banyak melakukan sejumlah agenda, mulai blusukan ke pasar, membuka kegiatan organisasi kepemudaan hingga meresmikan sarana publik.
Jokowi berkunjung ke Medan / Deli Serdang Sabtu, (19/8/2023).
Mertua Bobby Nasution ini menghadiri sekaligus meresmikan Pembukaan Muktamar XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)Tahun 2023.
Kemudian, Presiden menuju Pasar Sukaramai, Kota Medan, untuk meninjau harga dan pasokan sejumlah komoditas pangan.
Selain itu, Presiden juga membagikan bantuan sosial kepada para pedagang yang ada di pasar tersebut.
Sore harinya, Presiden diagendakan menghadiri Pengukuhan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Tahun 2023.
Lalu Jokowi juga mengunjungi Kota Binjai pada Jumat (25/8/2023).
Usai kunjungan kerja di Afrika, Jokowi langsung bertolak ke Binjai.
Di sana presiden blusukan ke Pasar Brahrang, sambil menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) dan sembako kepada para pedagang.
Setelahnya, dia meresmikan sistem pengelolaan air minum (SPAM) Mebidang dan jembatan Aek Tano Ponggol.
Jelang tengah hari, baru Jokowi bertolak ke Deliserdang untuk Salat Jumat di Masjid Al Musannif yang saat bersamaan sedang berlangsung Pengajian dalam rangka Haul 2 Tahun Alm.H.Anif.
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, blusukan Presiden Jokowi di akhir akhir masa jabatannya dipandang sebagai cara mempertahankan legasinya.
“Jokowi sepertinya ingin mempertebal legasi politiknya sebagai presiden yang hoby blusukan bertemu rakyat di bawah. Karena tak semua presiden blusukan, baru Jokowi yang melakukan ini. Itu artinya, yang paling diingat Jokowi salah satunya blusukan,” kata Adi kepada wartawan Sabtu (26/8/2023).
Selain itu, sebutnya, Jokowi ingin merawat kepuasan masyarakat terhadap dirinya. Dengan menemui masyarakat bawah, Jokowi dapat mengetahui persoalan masyarakat di akar rumput.
“Kedua, pastinya ada kaitannya dengan politik. Terutama soal bagaimana Jokowi ingin merawat kepuasan publik terhadap dirinya salah satunya dengan blusukan. Ini penting dilakukan di akhir masa jabatan Jokowi. Minimal Jokowi mau menyerap persoalan yang terjadi di bawah,” lanjut dia.
Dengan semakin dekatnya Pemilu 2024 blusukan Jokowi, sebut Adi, juga ada kaitannya dengan pemetaan politik.
Menurut Adi, Jokowi ingin memetakan kekuatan politik jelang pemilihan tahun depan.
“Ketiga, mungkin juga ada kaitannya dengan politik elektoral 2024. Jokowi pastinya mapping soal kekuatan politik jelang pemilu,” tutupnya. (RED)














