MEDAN | medansumutpos.id
Penyelidikan kasus kebakaran rumah Hakim Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu, terus bergerak menuju titik terang. Rangkaian bukti, rekaman CCTV, dan pemeriksaan puluhan saksi mulai menunjukkan arah yang semakin sinkron. Publik menaruh perhatian besar pada kasus ini karena menyangkut keselamatan seorang penegak hukum dan integritas proses keadilan.
Dukungan atas kerja keras aparat datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.
KAMMI: Polisi Bergerak Cepat dan Profesional
Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Medan, Muhammad Amin Siregar, mengapresiasi langkah-langkah sigap Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak.
“Kami melihat kerja profesional dan transparan. Polisi sudah bergerak ke arah yang benar, ini penting untuk kepastian publik,” ujar Amin.
KAMMI menegaskan bahwa kasus seperti ini harus dikawal hingga tuntas tanpa tekanan dari pihak manapun.
Ketum BP FORMi Azhari: ‘Penyelidikan Terang Benderang, Penegakan Hukum Sangat Profesional’

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum Ormas Islam Kelaskaran Barisan Persaudaraan Forum Muslimin Indonesia (BP FORMi), Azhari.
Ia menegaskan bahwa BP FORMi melihat kerja kepolisian berjalan profesional, terbuka, dan patut didukung.
“Kami dari BP FORMi di bawah kepemimpinan saya, Azhari, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Penyidik bekerja terang benderang, transparan, dan sangat profesional. Ini bentuk penegakan hukum yang menegakkan marwah keadilan,” tegasnya.
Azhari menambahkan bahwa sikap terbuka aparat menjadi sinyal positif bagi masyarakat bahwa hukum benar-benar bekerja dan tidak pandang bulu.
“Kami akan mengawal proses ini sampai tuntas, demi kepentingan umat dan masyarakat luas,” ujarnya.
Kapolrestabes: Bukti Sudah Mulai Sinkron, Temuan Penting Sedang Didalami
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvin Simanjuntak, mengungkap adanya perkembangan signifikan dalam penyelidik
“Dalam waktu dekat akan kami jelaskan secara tuntas dan sempurna,” tegas Calvijn.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran terjadi pada 4 November 2025 di Komplek Taman Harapan Indah, Medan Selayang. Sekitar 40 persen rumah hakim hangus terbakar, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Tim gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polsek Sunggal, dan Labfor langsung turun melakukan olah TKP serta mengumpulkan bukti.
Dua Elemen, Satu Suara: Kawal Hingga Akhir
KAMMI dan BP FORMi, meski berbeda basis, menyampaikan pesan senada: proses hukum harus bersih, transparan, dan bebas intervensi.
KAMMI menegaskan:
“Ini bukan hanya soal rumah terbakar, tetapi tentang keadilan masyarakat.”
Azhari Ketum BP FORMi menutup dengan nada tegas:
“Hukum harus tegak setegaknya. Ini menyangkut kepercayaan umat.”
Kasus ini memasuki fase krusial. Publik menanti pengungkapan sempurna yang dijanjikan aparat, dan bagaimana temuan penting yang sedang didalami akan membuka seluruh rangkaian peristiwa. ( Red 01 )














