Medan | medansumutpos.id
Umat Islam di berbagai daerah mulai menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah dan doa. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini dikenal sebagai Lailatul Maghfirah atau malam pengampunan, di mana Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang beriman.
Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, 15 Sya’ban 1447 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.

Dengan demikian, malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026 setelah salat Magrib.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, malam Nisfu Sya’ban kerap dimaknai sebagai momentum muhasabah diri, membersihkan hati, serta memperbanyak amal ibadah.
Malam Pengampunan dan Laporan Amal
Dalam tradisi Islam, malam Nisfu Sya’ban diyakini sebagai waktu ketika catatan amal manusia selama setahun diangkat dan dilaporkan. Pada malam ini pula, Allah SWT melimpahkan rahmat serta pengampunan kepada hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan, kedengkian, dan dosa besar tanpa taubat.
Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan menjauhi perbuatan maksiat.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban
Mengacu pada panduan para ulama serta rujukan lembaga keislaman, sejumlah amalan dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban, antara lain:
1. Membaca Surah Yasin Tiga Kali
Biasanya dilakukan setelah salat Magrib dengan niat berbeda pada setiap bacaan:
Bacaan pertama diniatkan memohon umur panjang yang diberkahi untuk taat kepada Allah SWT.
Bacaan kedua diniatkan agar dijauhkan dari mara bahaya serta diberi rezeki halal dan luas.
Bacaan ketiga diniatkan agar diteguhkan iman hingga akhir hayat (husnul khatimah).
2. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Umat Islam dianjurkan memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar sebagai sarana pembersihan hati menjelang Ramadan.
3. Salat Sunnah dan Qiyamul Lail
Salat tahajud, salat hajat, dan witir dianjurkan untuk menghidupkan malam sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Doa Malam Nisfu Sya’ban
Setelah membaca Surah Yasin tiga kali, lazim dibaca doa Nisfu Sya’ban berikut:
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ…
(Doa lengkap sebagaimana lazim dibaca di masyarakat)
Artinya:
“Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang, tertolak, atau sempit rezeki, maka hapuskanlah dengan anugerah-Mu semua itu dan tetapkan aku sebagai orang yang beruntung, luas rezeki, dan mendapat taufik dalam kebaikan.”
Puasa Nisfu Sya’ban
Selain menghidupkan malamnya, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa sunnah Nisfu Sya’ban pada Selasa (3/2/2026), sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Niat puasa malam hari:
Nawaitu souma ghadin an adai sunnati Syabana lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Sya’ban esok hari karena Allah SWT.”
Niat puasa siang hari (jika lupa malam):
Nawaitu souma hadzal yaumi an adai sunnati Syabana lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Sya’ban hari ini karena Allah SWT.”
Momentum Menyambut Ramadan
Malam Nisfu Sya’ban menjadi pengingat bahwa Ramadan sudah di ambang pintu. Umat Islam diharapkan memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki diri, memperbanyak taubat, serta menguatkan niat menyambut bulan penuh ampunan dengan hati yang bersih.
Malam pengampunan bukan sekadar tradisi, melainkan panggilan spiritual agar manusia kembali kepada Tuhannya sebelum lembaran amal ditutup dan diganti yang baru. ( Red )














